Daerah

Gampong Tibang bersama Pusat Pengkajian Kebudayaan Nusantara Adakan Lomba Dodaidi

24
Seorang ibu Warga Gampong Tibang Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh sedang mengikuti Lomba Dodaidi se-Kecamatan Syiah Kuala, di lapangan gampong Tibang, Senin (17/8/2026) malam. FOTO/ RUSYDI

posaceh.com, Banda Aceh – Gampong Tibang Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh bersama Pusat Pengkajian Kebudayaan Nusantara (PPKN) mengadakan Lomba Dodaidi se-Kecamatan Syiah Kuala, di lapangan gampong Tibang, Senin (17/8/2026) malam

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Lomba dodaidi dibuka oleh anggota DPRK Banda Aceh, Aulia Rahman dalam sambutannya mengapresiasi Keuchik gampong Tibang dan PPKN dapat mengadakan kegiatan yang hampir hilang dalam masyarakat.
“Merupakan hal yang positif dapat diadakan dalam memeriahkan HUT kemerdekaan RI selain kegiatan-kegiatan yang sudah biaya dalam peringatan HUT kemerdekaan RI,” katanya.

Ketua Panpel Dr Tgk Jamaluddin MA melaporkan Lomba Dodaidi se-Kecamatan Syiah Kuala, di lapangan gampong Tibang, Senin (17/8/2026) malam.
FOTO/ RUSYDI

“Semoga kedepan dapat dilaksanakan lebih luas di beberapa kecamatan dan lebih banyak peserta sehingga dapat melestarikan budaya yang islami, “tutupnya.

Secara terpisah ketua PPKN, Rusydi SAg MPd mengatakan kegiatan ini merupakan yang perdana yang diadakan dalam tahun ini.

“Lembaga PPKN yang consern di bidang budaya dan sejarah serta pendidikan adat istiadat senantiasa melakukan kegiatan, festival, pengkajian dan event-event dalam rangka menjaga dan mengembangkan peradaban, “katanya.
“Dalam waktu dekat ini kami juga berencana akan melaksanakan kegiatan serupa dengan cakupan lebih luas di tingkat provinsi, “pungkasnya.

Sementara itu panitia pelaksana, Dr Tgk Jamaluddin MA melaporkan kegiatan dodaidi diikuti oleh 13 orang yang berasal dari empat gampong se-Kecamatan Syiah Kuala dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 kemerdekaan RI.

“Ini kami adakan mengingat dodaidi sudah banyak ditinggalkan para ibu mileneal akibat, sehingga dengan kegiatan ini dapat mengembalikan budaya Islami ditengah-tengah masyarakat Aceh,” tutupnya.(Rusydi)

Exit mobile version