posaceh.com, Jakarta – Sejumlah organisasi mahasiswa mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menekan sebaran COVID-19 selama masa PPKM dan operasi kerumunan di objek wisata Anyer, wilayah Provinsi Banten.
Organisasi mahasiswa itu yang terdiri dari Forum Mahasiswa Cilegon, (FMC), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cilegon, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cilegon dan Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC).
Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Novreza Fajri dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Tangerang, Sabtu mengatakan bahwa peran kepolisian dalam menertibkan masyarakat di masa pandemi COVID-19 sudah sangat baik.
Selain itu, kata dia, kepolisian wilayah Banten khususnya Polres Cilegon dalam Peringatan HUT ke-75 Bhayangkara telah mendapat penghargaan yang luar biasa.
“Polres Cilegon Polda Banten masuk dalam daftar pemenang PPKM Mikro Terbaik dari 7 kabupaten/kota se-Jawa, artinya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sudah sangat baik,” katanya.
Ia mengungkapkan, bahwa sebagai mahasiswa, kita harus mengapresiasi hal-hal yang baik jangan sampai membuat gaduh ketika aparat kepolisian sudah melakukan kinerja yang baik.
Selain itu, mahasiswa juga harus mendukung bagi kawasan wisata yang diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas 25 persen. Karena hal tersebut tentu untuk meningkatkan ekonomi pedagang di sekitar objek wisata.
“Jajaran kepolisian sudah sangat tegas menyikapi masyarakat yang berkerumun di masa PPKM terutama di kawasan pariwisata Anyer dengan memberlakukan penyekatan sehingga tidak ada kerumunan yang melampaui kapasitas, kita harus paham di wisata Anyer tersebut ada ribuan pedagang yang harus tetap diperhatikan,” ujarnya.
Sementara itu Ketua umum PP IMC Haryanto menambahkan, kinerjanya Polri dalam hal ini Kapolres Cilegon harus diberikan penghargaan, atas ajakan kepada masyarakat sipil dukung dan mematuhi aturan yang berlaku.
“Kami mengapresiasi kinerja Polri dalam hal ini Polres Cilegon, kita tau seluruh akses masuk wisata dijaga oleh petugas untuk mengantisipasi membludaknya kunjungan wisatawan,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, kata Haryanto atas nama Forum Mahasiswa Cilegon (FMC) sangat keberatan dengan pernyataan rekan-rekan Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) yang ada di Jakarta yang menyatakan banyak terjadi kerumunan di objek wisata Anyer.
“Yang bersangkutan adalah mahasiswa yang berada di luar wilayah wisata pantai di Banten tentu saja tidak mengikuti perkembangan situasi di lokasi wisata wilayah Anyer secara up to date, padahal setahu kami sebagai organisasi daerah di Cilegon, jajaran Polres Cilegon Polda Banten sudah memberlakukan kebijakan pemutarbalikkan kendaraan apabila kapasitas wisata menuju Anyer telah mencapai 25 persen demi mencegah penyebaran COVID-19,” katanya.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah, TNI/Polri selama masa pandemi COVID-19 ini sudah mengawal ketat penerapan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus corona terutama di wilayah menuju wisata Anyer, Banten.
“Pemda, TNI dan Polri dalam catatan kami telah berbuat banyak dalam penanganan COVID- 19, dan vaksinasi bahkan bagi sembako juga masker. Kami sebagai mahasiswa pun dilibatkan dan bersama-sama dengan Polres Cilegon membantu masyarakat yang terdampak COVID-19,” kata dia. (ant)
