Pendidikan

FDK UIN Ar-Raniry Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Angkatan I Tahun 2026

33
×

FDK UIN Ar-Raniry Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Angkatan I Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Suasana pembukaan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan I Tahun 2026 di Aula Meeting Room Hotel Diana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (13/7/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Banda Aceh – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan I Tahun 2026 bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Republik Indonesia serta Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, di Aula Meeting Room Hotel Diana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang diikuti 55 peserta tersebut berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 Juli 2026 mendatang. Sertifikasi tersebut juga bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pembimbing ibadah haji dan umrah agar mampu memberikan pendampingan yang sesuai syariat kepada jamaah.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburahman MAg yang diwakili Wakil Rektor II Prof Dr Khairuddin menyampaikan, seorang pembimbing haji dan umrah harus memiliki kompetensi keilmuan yang kuat, integritas serta dedikasi dalam melayani jamaah, sekaligus kesiapan fisik dan mental menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

Foto bersama pada pembukaan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan I Tahun 2026 di Aula Meeting Room Hotel Diana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (13/7/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

“Seorang pembimbing haji dan umrah dituntut memiliki pemahaman manasik yang komprehensif, integritas dan dedikasi dalam mengayomi jamaah, serta kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi berbagai tantangan selama mendampingi ibadah,” kata Khairuddin.

Menurutnya, sertifikasi tersebut menjadi upaya menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas para pembimbing agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab terhadap sahnya ibadah jamaah.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pembimbing haji dan umrah yang kompeten dan bertanggung jawab. Kami berharap seluruh peserta lulus sertifikasi sehingga mampu memberikan bimbingan yang lebih baik kepada jamaah,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FDK UIN Ar-Raniry Prof Dr Kusmawati Hatta melaporkan, sertifikasi diikuti 55 peserta yang terdiri atas 42 laki-laki dan 13 perempuan. Ia berharap pada pelaksanaan berikutnya jumlah peserta perempuan semakin meningkat.

Kusmawati menegaskan, FDK berkomitmen melahirkan pembimbing haji dan umrah yang kompeten, profesional, dan berakhlakul karimah melalui program sertifikasi tersebut.

“Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan standar kompetensi yang harus dimiliki pembimbing agar jamaah memperoleh bimbingan yang benar sesuai syariat serta merasa nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” pungkasnya.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan UIN Ar-Raniry, pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, serta perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, baik secara langsung maupun melalui konferensi video.(Why/*)