posaceh.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menjadi sorotan masyarakat. Setelah kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo terhadap Cristalino David Ozora, putra pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor, kekayaan beberapa pejabat pegawai Kemenkeu juga menjadi sorotan.
Terbaru, masyarakat tengah menyoroti aksi pamer harta pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, yakni Kepala Kantor Bea dan Cukai (DBC) Yogyakarta, Eko Darmanto. Kekayaan dan harta yang dimilikinya pun kini menjadi buah bibir dari masyarakat.
Aksi pamer harta yang dilakukan Eko mencuat di media sosial Twitter. Pemilik akun @eko_darmanto_bca ini kerap memamerkan foto-foto motor atau mobil mewah dan klasik. Bahkan dalam ada beberapa postingan yang menunjukkan sebuah pesawat pribadi.
Saat ditelusuri merdeka.com, akun bernama @eko_darmanto_bc di instagram sudah hilang. Namun ada akun sejenis yang memposting beberapa tangkapan layar (screen shoot) dari akun tersebut sebelum hilang.
Melansir dari laman elhkpn.kpk.go.id, Selasa (28/2),nilai total kekayaan yang dilaporkannya mencapai Rp6.720.864.391 atau Rp6,72 miliar. Berikut rinciannya:
1. Tanah dan Bangunan dengan total senilai Rp 12.500.000.000 terdiri dari:
– Tanah dan Bangunan seluas 240 m2/410 m2 di Kab/Kota Malang berasal dari Hibah Tanpa Akta senilai Rp 2.500.000.000
– Tanah dan Bangunan seluas 327 m2/342 m2 di Kab/ Kota
Jakarta Utara dari Hasil Sendiri sebesar Rp 10.000.000.000
2. Alat Transportasi dan Mesin senilai Rp 2.900.000.000 dengan rincian:
– Mobil, BMW Sedan tahun 2018 diperoleh hasil sendiri mencapai Rp 850.000.000
– Mobil, MERCEDES BENZ Sedan tahun 2018 diperoleh hasil sendiri seharga Rp600.000.000
– Mobil, JEEP WILLYS Tahun 1944 dari hasil sendiri senilai Rp150.000.000
– Mobil, CHEVROLET (BEKAS) BELL AIR tahun 1955 diperoleh dari hasil sendiri Rp 200.000.000
– Mobil, TOYOTA FORTUNER tahun 2019, hasil sendiri senilai Rp 400.000.000
– Mobil, MAZDA MAZDA 2 tahun 2019, hasil sendiri Rp 200.000.000
– Mobil, FARGO (BEKAS) DODGE FARGO 1957 tahun 1957 dari hasil sendiri Rp 150.000.000
– Mobil, CHEVROLET APACHE 1957 tahun 1957, hasil sendiri Rp 200.000.000
– Mobil, FORD (BEKAS) BRONCO 1972 tahun 1972, hasil sendiri Rp 150.000.000
3. Harta bergerak lainnya R100.700.000
4. Kas dan setara Kas Rp 238.904.391
5. Harta lainnya sub total Rp 15.739.604.391
(Merdeka.com)











