posaceh.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (3/3) dini hari di Semarang, Jawa Tengah. OTT tersebut menjerat kepala daerah dan aparatur pemerintahan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
CNNIndonesia.com merangkum sejumlah fakta mengenai OTT tersebut.
Tangkap bupati & orang dekat
Tim penindakan KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq beserta ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang, Selasa dini hari. OTT itu menerima informasi dari masyarakat.
Bahwa pada dini hari tadi tim mengamankan sejumlah tiga orang, salah satunya adalah Bupati Pekalongan dan dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan juga ajudan dari Bupati, ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kantornya, Jakarta, Selasa (3/3) siang.
Segel sejumlah kantor di Pekalongan
Sejalan dengan penangkapan, tim KPK juga menyegel sejumlah kantor termasuk kantor bupati.
Mengutip dari detikJateng , situasi depan pintu kantor bupati yang terdapat foto Fadia di atasnya sudah ditutup KPK. Dua daun pintu itu ditutup dengan tempelan kertas warna putih dan merah, bertuliskan ‘DALAM PENGAWASAN KPK’.
Terdapat juga logo KPK dan tulisan tanggal 3-3-2026, dengan tanda tangan penyidik.
Tulisan yang sama juga ditemukan di sejumlah ruangan kepala dinas, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru). Selain itu, segel KPK juga terlihat di ruangan kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Pekalongan.
Kasus pengadaan
Kasus yang sedang diungkapkan KPK melalui OTT tersebut berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
“Adapun dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa yang tertangkap tangan ini berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa,” ucap Budi.
“Salah satunya terkait dengan pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Jadi, ini diduga ada di beberapa dinas,” sambungnya.
11 orang dibawa ke Jakarta
Setelah melakukan pemeriksaan awal di Pekalongan, KPK memutuskan untuk membawa 11 orang yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Pekalongan ke Jakarta. Satu di antara mereka ada Sekretaris Daerah Mohammad Yulian Akbar.
Mereka tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Kantor KPK, Yulian Akbar bersama sejumlah ASN Pemerintah Kabupaten Pekalongan membawa KPK menggunakan bus.
Sita barangbukti & mobil
KPK menyita Barang Bukti Elektronik (BBE) dan kendaraan roda empat dalam OTT terhadap Bupati Fadia Arafiq dan kawan-kawan.
Nanti kami akan update. Di antaranya memang BBE juga diamankan, kendaraan juga ada yang diamankan, ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kantornya, Jakarta, Selasa (3/3) malam.(Muh/*)











