Daerah

Fakta Baru Dukun Aki di Kasus Pembunuhan Berantai

1812
×

Fakta Baru Dukun Aki di Kasus Pembunuhan Berantai

Sebarkan artikel ini
pelaku pembunuhan sekeluarga diracun di bekasi. ©2023 Merdeka.com

posaceh.com – Polisi terus mengusut kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehuddin. Total korban sampai saat ini ada sembilan nyawa yang dibunuh oleh ketiga tersangka.

Mereka dijerat dengan Pasal 340 KUHP, subsider 338, 339 KUHP, ancaman pidana paling berat hukuman mati. Semua korban dihabisi dengan perintah kepada Solihin alias Duloh dibantu M Dede Solehudin, memakai lakon ‘Aki Banyu’.

Pertama pembunuhan di Bekasi, Ai Maimunah (istri Aki), Ridwan Abdul Muiz (20) dan MR (16) anak Ai Maimunah dari mantan suaminya, Didin. Sementara NAS (5) anak dari Ia Maimunah dari hasil perkawinan dengan Aki ditemukan selamat saat insiden keracunan di Bekasi.

Sedangkan korban meninggal di Cianjur di antarnya Noneng (mertua dari Aki), Wiwin (istri pertama Aki), Halimah (Istri Kedua Aki), Bayu (anak Aki dari Ai Maimunah). Kemudian Farida yang merupakan tenaga kerja wanita (TKW) meninggal di Cianjur. Sementara korban TKW satunya lagi, Siti dibunuh di Surabaya.

Pemeriksaan yang dilakukan kepada tersangka, terungkap fakta-fakta baru. Berikut rangkumannya:

Wowon Ternyata Punya Julukan Aki Banyu

Salah satu tersangka pembunuhan berantai Wowon memiliki julukan sendiri yaitu ‘Aki Banyu’. Julukan itu merupakan modus operandi untuk menghabisi nyawa kesembilan korbannya.

“Kita juga ada temukan modus yang lain, korban operandi daripada pelaku. Jadi ini cukup unik. Ternyata tersangka Wowon ini berperan sebagai ‘Aki Banyu’,” ucap Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Selasa (24/1).

Hengki menjelaskan, sosok ‘Aki Banyu’ merupakan tokoh fiktif alias tidak ada dan dikenal oleh dua tersangka lain yakni, Solihin dan Dede Solehudin.

Keterangan dari dua tersangka, ‘Aki Banyu’ adalah sosok yang dianggap sakral oleh mereka. Bahkan, Aki Banyu itu dikatakan sangat sulit ditemui dan tidak sembarang orang menemuinya. Meskipun mereka belum pernah bertemu sama sekali.

Selama melakukan pembunuhan, Duloh dan Dede hanya mendapatkan perintah dari ‘Aki Banyu’ melalui sambungan telepon. Namun, sosok ‘Aki Banyu’ terbongkar oleh polisi usai dilakukan penangkapan terhadap ketiga tersangka.

“Dan pada saat kami tangkap HP yang atas nama ‘Aki Banyu’ ini dipegang oleh Wowon,” beber Hengki.

Setelah ditangkap, Duloh dan Dede selama ini tidak mengetahui pasti siapa sosok ‘Aki Banyu’ baru diketahui mereka yang ternyata adalah rekan sekaligus otak dari pembunuhan yang tidak lain adalah Wowon.

“Jadi tokoh yang dianggap sakral yang sudah ditemui padahal itu Wowon. Bahkan tersangka Duloh dan Dede setelah sekian lama tahu bahwa itu adalah wowon ternyata pas ditangkap itu,” kata Hengki.(Merdeka.com)