posaceh.com, Jakarta – Ketua Umumm PSSI, Erick Thohir merasa optimis dengan keberadaan belasan pemain keturunan yang telah dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia untuk membawa negeri ini masuk Piala Dunia 2026. Bahkan, keinginan untuk lolos ke Piala Dunia dan Olimpiade membuat para pemain diaspora itu yakin berpindah kewarganegaraan.
Dalam wawancaranya dengan media Inggris, Reuters, Selasa (24/12/2024) Erick Thohir bersyukur Kevin Diks dkk antusias dengan ambisi Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia dan Olimpiade. “Kami beruntung karena banyak diaspora kami yang tinggal di luar negeri percaya pada proyek ini,” ujar Erick Thohir.
“Kami ingin lolos ke Piala Dunia, kami ingin lolos ke Olimpiade, dan inilah mengapa semua pemain yang bermain di Eropa ini percaya pada program tersebut,” jelas Erick Thohir. “Mereka ingin kembali ke akar mereka karena ini sentimental bagi mama, papa, nenek, dan kakek mereka,” tambahnya.
“Ini juga sebagai sesuatu yang saya tawarkan kepada mereka, program yang baik dan impian yang ingin kami capai,” tutur Erick Thohir. Dengan menempati posisi ketiga dalam klasemen sementara Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia masih berpeluang untuk berkancah di Piala Dunia 2026.
Sementara, Timnas Indonesia masih harus menunggu sekitar empat tahun lagi untuk mencoba berkiprah di Olimpiade Los Angeles 2028. Timnas Indonesia, yang turun dengan timnas U-23, sebenarnya hampir berkiprah di Olimpiade 2024 Paris, namun kalah dalam perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024.
Dalam kesempatan terakhirnya untuk bermain di Olimpiade 2024, timnas U-23 takluk 0-1 dari Timnas Guinea U-23 dalam babak play-off pada 9 Mei 2024 di Paris, Prancis. Timnas Indonesia akan kembali melanjutkan perjuangannya untuk lolos ke Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Timnas Australia dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada 20 Maret 2025.
Sementara itu, pria itu yang juga Menteri BUMN RI itu membahas tentang Timnas Indonesia hingga kemungkinan lolos ke Piala Dunia 2026. Erick Thohir menilai Timnas Indonesia bisa menjadi negara kesembilan di Asia yang berkiprah di Piala Dunia 2026 Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Asia mendapatkan jatah 8,5 di Piala Dunia 2026 dengan rincian enam dari putaran ketiga dan dua dari putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kuota 0,5 dapat berubah menjadi satu asalkan satu negara Asia bisa bersaing di play-off antar-konfederasi dengan lima tim dari Afrika, CONCACAF, CONMEBOL, dan Oceania.
Saat ini, Timnas Indonesia masih berpeluang untuk lolos ke Piala Dunia 2026, baik melalui putaran ketiga dan keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, maupun jalur play-off antar-konfederasi. “Timnas Indonesia seharusnya berada di sembilan besar Asia, dengan populasi dan gairah sepak bola dari seluruh rakyat Indonesia. Namun tentu saja, ini membutuhkan waktu,” ujar Erick Thohir.
Erick Thohir juga menargetkan Timnas Indonesia bisa tembus 50 besar ranking FIFA pada 2045, disesuaikan dengan perkiraan PDB per kapita pada 21 tahun lagi antara 27 ribu dolar AS atau setara dengan (Rp437,6 juta) hingga 30 ribu dolar AS (Rp486,2 juta).
Per Desember 2023, pendapatan rata-rata penduduk Indonesia adalah 4.247,85 dolar AS (Rp68,8 juta). “Kami ingin berada di 50 besar dunia pada 2045, karena pada saat itu PDB per kapita kami akan sekitar 27.000-30.000 dolar AS. Ini adalah negara besar, jadi pada saat itu kualitas sepak bola kami akan meningkat,” imbuh Erick Thohir.(Muh/*)
