Internasional

Durasi Hari di Bumi Makin Melambat, Jutaan Tahun Lalu Panjang Hari Hanya 19 Jam

1466
×

Durasi Hari di Bumi Makin Melambat, Jutaan Tahun Lalu Panjang Hari Hanya 19 Jam

Sebarkan artikel ini
ilustrasi selai. stock.adobe.com

Posaceh.com – Durasi hari di bumi ternyata semakin lambat. Penyebab utamanya adalah bulan. Hal ini tercapai melalui “jejak” yang tampak pada sebuah batuan sedimen.

Jejak pada batuan ini mencerminkan Siklus Milankovitch, yakni siklus pergerakan bumi selama 100.000 hingga 400.000 tahun.

Interaksi antara bulan dan bumi secara perlahan mendorong jauh satelit kita, yang prosesnya menyebabkan bahaya putaran bumi.

“Dengan berjalannya waktu, bulan telah mengambil energi rotasi bumi, memperjauhnya ke orbit yang lebih jauh dari bumi,” jelas Profesor Ross Mitchell dari Akademi Sains China, dikutip dari IFL Science.

Rotasi yang semakin lambat inilah yang menyebabkan durasi hari semakin memanjang.

Dr Uwe Kirscher dari Curtin University menyatakan “sebagian besar model rotasi bumi memprediksi bahwa durasi hari di bumi lebih cepat di masa lalu.”

Dr Kirscher menyimpulkan bahwa alih-alih formasi dari bulan, durasi hari di bumi “semakin diperpanjang dan terhenti selama 19 jam sebelum perpanjangan tersebut ditentukan.”

Salah satu penemuan menarik dari hal ini adalah bahwa perubahan kecil atau jeda ini terjadi 2 hingga 1 miliar tahun yang lalu. Hal tersebut terjadi karena pada saat itu, bulan bukanlah satu-satunya objek angkasa yang memengaruhi panjang hari bumi.

Panas matahari dapat memengaruhi pasang surut laut di bumi, yang dapat mempengaruhi dengan cepat rotasi bumi. Bagaimanapun, pasang surut matahari bertenaga lebih kecil dibandingkan energi dari bulan, sehingga hanya mengubah sedikit gaya dari bulan.

Ketika bulan dekat dengan bumi, “gesekan kopel antara bumi dan bulan semakin melemah akibat rotasi bumi yang semakin cepat,” ucap Mitchell.

Frekuensi dari pasang surut tidak sepadan dengan bumi secara keseluruhan, dan hal ini mencegah transfer energi.

Makalah mereka mengonfirmasi bahwa kekuatan bulan pada saat itu cukup kecil, sehingga gayanya dikompensasi oleh gaya matahari.

Salah satu poin penjelasan dari makalah tersebut bahwa bulan dapat mengambil energi rotasional bumi akibat hari yang lebih singkat dibandingkan durasi pengorbitan bulan ke bumi.

Dengan menggunakan Siklus Milankovitch, yaitu siklus presisi dan miring. Dua siklus ini memiliki kaitan dengan pergerakan dan kemiringan rotasi bumi di porosnya.

Untuk itu, “durasi dari rotasi bumi bisa dilihat melalui siklus presisi dan kemiringan di masa lalu,” ucap Kirscher.(Merdeka.com)