posaceh.com, JAKARTA – Perjuangan rakyat Palestina terus mendapat dukungan, termasuk dari sejumlah atlet Muslim di dunia. Namun, dukungan mereka nyatanya mendapat kecaman dari klub atau negara mereka bernaung.
Terlepas dari popularitas dan kesuksesan mereka baik di dalam maupun di luar lapangan, beberapa atlet dan pesepakbola Muslim diserang karena menyuarakan dukungan dan solidaritas terhadap warga Palestina yang menderita dalam serangan Israel.
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menyampaikan klaim tersebut saat wawancara dengan jaringan televisi Prancis CNews. Football Espana melaporkan politikus Prancis lainnya, Valerie Boyer, seorang senator konservatif di negara tersebut, menyerukan sanksi ekstrem terhadap Benzema.
“Jika klaim menteri dalam Negeri terbukti, kami harus mempertimbangkan sanksi terhadap Karim Benzema. Sanksi simbolis yang pertama adalah pencabutan Ballon d’Or. Lalu, kami harus meminta kewarganegaraannya dicabut. Kami tidak dapat menerima bahwa seorang dwi-nasional Perancis, seorang internasional yang diakui, tidak menghormati dan mengkhianati negara kami dengan cara seperti ini,” ujar Boyer dilansir di About Islam, Kamis (10/2023).
Menurut Le Parisien, pengacara Benzema telah mengungkapkan mereka sedang mempertimbangkan mengambil tindakan hukum terhadap politikus tersebut karena pencemaran nama baik dan manipulasi saat menjabat di pemerintahan.
