Nasional

Dua Paskibraka Nasional Asal Aceh Bertolak ke Jakarta

24
×

Dua Paskibraka Nasional Asal Aceh Bertolak ke Jakarta

Sebarkan artikel ini
Dua anggota Paskibraka tingkat nasional asal Aceh, Hibban Annafis dari Gampong Cot Iri, Kabupaten Aceh Besar, dan Zilqueenda Abintary Laudicia Simatupang dari Kabupaten Aceh Tamiang Foto bersama keluarga sebelum bertolak ke Jakarta melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Selasa (14/7/ 2026) FOTO/ ABDUL HADI

posaceh.com, Banda Aceh – Dua anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional asal Aceh, Hibban Annafis dari Gampong Cot Iri, Kabupaten Aceh Besar, dan Zilqueenda Abintary Laudicia Simatupang dari Kabupaten Aceh Tamiang, bertolak ke Jakarta melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Selasa (14/7/2026).

Suasana haru menyelimuti keberangkatan keduanya. Tangis bahagia dan rasa bangga tampak dari keluarga yang mengantar, terutama orang tua Zilqueenda Abintary Laudicia Simatupang.

Keberhasilan Zilqueenda menjadi anggota Paskibraka Nasional memiliki makna tersendiri. Putri asal Aceh Tamiang itu berhasil lolos seleksi di tengah kondisi daerahnya yang masih berjuang bangkit pascabencana banjir besar yang melanda pada November 2025.

Ayah Zilqueenda, Erwin Simatupang, anggota TNI yang bertugas di Kodim Aceh Tamiang, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian putrinya.

“Kami sangat senang dan bangga karena Zilqueenda bisa lolos menjadi Paskibraka Nasional dan bertugas di Istana Negara. Di tengah musibah banjir yang begitu dahsyat, ternyata Allah memberikan rencana yang indah bagi keluarga kami. Semoga Zilqueenda sukses menjalankan tugas sebagai Paskibraka Nasional dan cita-citanya menjadi taruna Akademi Militer dapat terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Zilqueenda mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mewakili Aceh di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga bisa mengharumkan nama Aceh dan membanggakan kedua orang tua,” katanya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, mengatakan perjuangan menuju keberhasilan tersebut tidaklah mudah. Seleksi calon Paskibraka tahun 2026 dilaksanakan pada Februari, ketika kondisi Aceh Tamiang masih dalam masa pemulihan pascabencana banjir.

Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana tidak menyurutkan semangat panitia maupun para peserta.

“Lapangan utama saat itu masih digunakan untuk posko relawan dan pengungsi, sehingga seleksi terpaksa memanfaatkan jalan di kompleks perkantoran sebagai lokasi latihan dan tes. Fasilitas olahraga juga belum bisa digunakan, tetapi kami tetap harus melaksanakan seleksi untuk mendapatkan bibit terbaik calon Paskibraka,” jelasnya.

Meski berada dalam situasi sulit, antusiasme pelajar Aceh Tamiang tetap tinggi. Sebanyak 300 siswa mengikuti seleksi untuk memperebutkan 30 kursi Paskibraka Kabupaten.

“Banyak sekolah masih terdampak bencana dan fasilitas pendidikan belum sepenuhnya pulih. Bahkan kami tidak mewajibkan peserta mengenakan seragam sekolah lengkap karena kondisi daerah saat itu memang belum normal. Namun semangat mereka luar biasa,” ungkap Agusliayana.

Ia menambahkan, keberhasilan Zilqueenda lolos sebagai Paskibraka Nasional menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi.

“Alhamdulillah, melalui perjuangan yang panjang, Zilqueenda Abintary Laudicia Simatupang berhasil lolos menjadi Paskibraka Nasional mewakili Aceh bersama Hibban Annafis dari Aceh Besar. Kami berharap keduanya dapat menjalankan tugas dengan baik pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus 2026,” pungkasnya.(Hadi)