posaceh.com, Sigli – Dua Kecamatan di kabupaten Pidie, merupakan Gampong yang pertama penyaluran dana Bantuan Langsung tunai tahap pertama tahun 2022. Kedua Gampong yang telah mencairkan dana DG di tanggal 2 Februari yaitu Gampong Mesjid Beungi Kecamatan Simpang Tiga dan Gampong Lueng Sagoe, Kecamatan Mutiara, sedangkan dana DG dicarikan pada tanggal 2 Februari 2022 sedangkan penyaluran dana BLT pada tanggal 3 Februari 2022.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie Muttin S,IP M,Si, Sabtu (5/2/2022) kepada media ini mengatakan, kedua gampong tersebut tercatat sebagai yang pertama menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). “Jadi kedua Gampong tersebut telah mencairkan Dana Gampong (DG) pada tanggal 2 Februari hingga 3 Februari menyalurkan BLT kepada KPM tahap pertama, ini lebih awal dari waktu penyaluran BLT pada tahun sebelumnya” jelas Mutiin.
Sedangan pagu DG Gampong Mesjid Bungie sebanyak Rp.572.910.000, dimana 40 persen pagu tersebut atau Rp.229.164.000 untuk penyaluran BLT, berhak menerima BLT sebanyak 53 KPM, ujarnya mutiin yang didamping Kabid Pemerintah Pembangunan Mukim Gampong DPMG Amarullah, ST.
Lebih lanjut lagi Mutiin menyebutlan, Gampong Lueng Sagoe, tahun ini pagu DG Rp.671.705.000, 40 persen nya atau Rp268.682.000 untuk disalurkan ke BLT, dengan penerima BLT berjumlah 96 KPM.
“Dua gampong, Mesjid Bungie dan Lueng Sagoe sudah mencairkan DG pada 2 Pebruari, kedua gampong ini juga telah menyalurkan BLT Tahap I kemarin, 3 Pebruari, merupakan gampong pertama di Pidie yang mencairkan DG dan menyalurkan BLT pada 2022,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pagu Dana Gampong untuk 730 gampong di Kabupaten Pidie pada tahun 2022 Rp494.424.865.000, atau berkurang Rp30.290. 891.000 (5,8 persen) dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp524.715.756.000.
“Ada lebih kurang dana dalam penyaluran BLT setiap gampong, dari 40 persen total pagu DG. Seperti halnya Gampong Mesjid Geunie, hanya 33,30 persen dari pagu DG untuk BLT, sementara Gampong Lueng Sagoe mencapai mencapai 51,45 persen yang harus disalurkan dari pagu DG. Jadi nantinya akan dilakukan realokasi anggaran lebih kurang yang diperuntukan bagi BLT,” terang Kepala DPMG.
Realokasi ini diatur dalam PMK No 190.07.PMK/2021 tentang Dana Desa tahun 2022. Gampong yang masih tersisa dana penyaluran BLT dari 40 persen total DG bisa dialihkan ke gampong lain, atau sebaliknya. “Gampong yang kurang dana BLT akan mendapatkan dari sisa gampong lainnya, namun kita masih menunggu juknisnya,” ujar Mutiin.
Selain itu, kita juga berpedoman kepada regulasi dari pusat, dengan Permendes No.7 2021 tentang prioritas penggunaan Dana Desa, dan tindak lanjut dari Perbup Pidie No 52 dan 53 tahun 2022 tentang pengelolaan DG, imbuhnya.
Merujuk kepada aturan-aturan tadi, perlu diperhatikan oleh Keuchik dan perangkat Gampong, bahwa untuk pengajuan berkas APBG paling lambat 31 Maret, sedangkan bagi yang sudah mencairkan tahapan DG. “Jadi harus sudah menyalurkan BLT paling lambat 5 hari kerja sebelum berakhir bulan Juni. Bila tidak maka APBG bisa dihentikan,” tegas Mutiin.
Disampaikan juga, selain Gampong Mesjid Bungie dan Lueng Sagoe, gampong di Pidie yang segera cair DG adalah, Mns Baro, Dayah Tutong, Seukcukok, Kabat dan Gampong Jiem. Selebihnya telah mengajukan berkas ke DPMG dan sedang dalam proses, tutup Mutiin. (Harmadi)
