Olahraga

Dua Kali Pimpin Pos Aceh Cup, Wasit M Nuzulul Azmi Apresiasi Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

35
×

Dua Kali Pimpin Pos Aceh Cup, Wasit M Nuzulul Azmi Apresiasi Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Sebarkan artikel ini
Wasit M Nuzulul Azmi SPd Gr mengangkat tangan ke atas tanda pelanggaran kepada pemain dalam pertandingan Rampago vs SSB Barona Turnamen Sepak bola Usia Dini U-12 HUT Media Pos Aceh Ke-14 di Lapangan Sepakbola SSB Putra IMKA Gampong Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (13/10/2026) pagi. FOTO/ BEDU SAINI

posaceh.com, Banda Aceh – Wasit muda M Nuzulul Azmi SPd Gr mengapresiasi pelaksanaan turnamen sepakbola Pos Aceh Cup U-12 2026 yang digelar dalam rangka HUT ke-14 Pos Aceh. Ia menilai turnamen tersebut menjadi wadah bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.

Ulul kembali dipercaya memimpin pertandingan Pos Aceh Cup U-12 2026. Ini merupakan kali kedua ia bertugas dalam turnamen tersebut setelah sebelumnya menjadi wasit pada Pos Aceh Cup 2025 di Lapangan Matador, Lamreung, Aceh Besar.

“Pelaksanaan Pos Aceh Cup U-12 2026 patut diapresiasi karena memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman bertanding. Saya berharap turnamen ini terus digelar setiap tahun dalam rangka memperingati HUT Pos Aceh,” ujar Azmi, di Lapangan SSB Putra IMKA, Ie Masen Kayee Adang, Banda Aceh, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, kompetisi usia dini penting untuk mendukung pembinaan sepak bola sekaligus membentuk mental bertanding para pemain.
“Turnamen usia dini seperti ini penting untuk membina pemain muda, mengasah kemampuan, dan membentuk mental bertanding,” ungkapnya.

Ulul Azmi sendiri merupakan wasit muda berusia 25 tahun asal Gampong Pulo Mesjid Dua, Tangse, Kabupaten Pidie. Ia mulai menekuni perwasitan pada 2023 dengan mengantongi lisensi C3, kemudian memperoleh lisensi C2 pada 2025.

Sebelum menjadi wasit, Azmi lebih dahulu menekuni sepak bola sebagai pemain junior. Ia memperkuat PSPM 2 Junior Tangse pada 2011–2012, mengikuti tim Danone pada 2012, serta bermain bersama SSB Uni Papua pada 2015.

Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memahami permainan dan karakter pemain. Namun, sebagai wasit, ia dituntut menguasai peraturan, menjaga netralitas, serta mengambil keputusan secara tepat selama pertandingan.

Azmi menempuh pendidikan di Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, pada 2018–2022. Saat ini, ia menjalankan profesi sebagai guru di SMAS Dayah Terpadu Insafuddin, Banda Aceh, sekaligus menekuni perwasitan sepak bola.

Ia juga merupakan adik dari Putra Zulfahmi yang turut berkiprah sebagai wasit nasional.

Bagi Azmi, menjadi wasit memiliki tantangan tersendiri. Ia harus memastikan pertandingan berjalan sesuai peraturan, menjaga konsentrasi, dan bersikap adil di tengah tekanan pertandingan.

Dengan lisensi C2 yang dimilikinya, Ulul terus menambah pengalaman dan meningkatkan kemampuan dalam memimpin pertandingan. Ia berharap dapat terus berkembang di dunia perwasitan sekaligus berkontribusi dalam pembinaan sepak bola usia dini di Aceh.(Why)