posaceh.com, Banda Aceh — Ruang Multimedia atau Media Center yang sedang dikembangkan Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan internal pemerintah, tetapi juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat.
Dai, ulama, akademisi, mahasiswa, santri, remaja masjid, komunitas dakwah, pegiat media sosial, Forum Aceh Menulis (FAMe), Ibu Profesional Aceh dan komunitas kreatif lainnya diharapkan dapat mengambil bagian dalam pengembangan dakwah digital melalui fasilitas tersebut.
Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd, MS mengatakan konsep utama yang ingin dibangun adalah dakwah kolaboratif.
“Konsep utamanya adalah dakwah kolaboratif. Artinya, dakwah bukan hanya menjadi tugas pemerintah, ulama atau dai, tetapi merupakan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Alinsyah
Menurutnya, pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas, sementara masyarakat dan berbagai komunitas dapat mengisinya dengan gagasan, kreativitas dan karya yang memberikan manfaat.
DSI Kota Banda Aceh berharap Ruang Multimedia tersebut mampu mempertemukan berbagai pihak dalam satu ekosistem dakwah digital yang produktif.
“Kita ingin mempertemukan pemerintah, ulama, dai, akademisi, mahasiswa, santri, remaja masjid, komunitas dan kreator konten dalam satu ekosistem dakwah digital,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, berbagai gagasan kreatif diharapkan dapat dikemas menjadi konten Islami yang edukatif, inspiratif, moderat dan menyejukkan.
Alimsyah mengatakan fasilitas tersebut pada prinsipnya dapat dimanfaatkan secara kolaboratif untuk kegiatan yang mendukung syiar Islam dan penguatan literasi digital positif.
“Kita ingin mereka mempunyai ruang yang representatif untuk memproduksi konten berkualitas tanpa harus terbebani dengan keterbatasan fasilitas produksi. Dan kita sedang berikhtiar ke arah tersebut,” katanya.
Pengembangan Media Center tersebut juga sejalan dengan semangat Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi, dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, tokoh agama, akademisi dan generasi muda.(**)











