Olahraga

Doakan Nurul Sukses Bertanding di Olimpiade 2 Agustus

1721
Lifter putri Indonesia, kelas +87 Kg, Nurul Akmal yang bertanding di olimpiade Tokyo, Jepang, 2 Agustus 2021. Foto : Istimewa.

posaceh.com Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh mengajak seluruh insan olahraga di Aceh menyaksikan dan mendo’akan atlet angkat besi Aceh, Nurul Akmal yang turun bertanding di Olimpiade Tokyo, Jepang, 2 Agustus 2021.

Atlet binaan KONI Aceh tersebut akan turun bertanding di kelas + 87 kilogram di Tokyo International Forum, Tokyo, 2 Agustus 2021, bersaing dengan lifter kelas dunia asal Australia, China, Austria, Belgia, Kuba, Inggris Raya, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, dan lifter transgender asal Selandia Baru, Laurel Hubba.

Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau yang akrab disapa Abu Razak ini mengajak semua pelaku, pengurus dan insan olahraga di Aceh mendoakan Nurul Akmal bisa meraih prestasi terbaik di olimpiade.

“Mari kita doakan bersama, semoga atlet Aceh, Nurul Akmal meraih prestasi terbaik bisa terkabul, sehingga menjadi prestasi membanggakan, mengharumkan nama Aceh dan Indonesia di Olimpiade Tokyo,” ujar Abu Razak, Senin (26/7/2021) malam.

Katanya, Nurul juga andalan Aceh di PON XX/2021 di Papua untuk meraih medali emas. “Semoga doa kita bersama bisa terkabul,” katanya.

Lifter kelahiran Aceh Utara 12 Februari 1993 ini, berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo 2021 setelah masuk dalam daftar enam besar dunia kualifikasi Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

Nurul mencatat total angkatan 251 kg, dengan snatch 111 kg dan clean and jerk 140kg di event terakhirnya, sebelum mengikuti olimpiade Tokyo yaitu Asian Championships di Tashkent, Uzbekistan, April 2021.

Sukses di Olimpiade

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Aceh,  M. Nasir Syamaun, S.IP,  MPA juga mengajak seluruh insan olahraga Aceh untuk ikut menyaksikan serta mendoakan Nurul Akmal agar sukses tampil di multi event olahraga paling bergengsi di dunia ini.

Nasir menyebutkan, Nurul Akmal merupakan atlet perempuan pertama asal Aceh yang berhasil lolos ke ajang Olimpiade. Ia mengikuti jejak Alkindi, yang menjadi atlet Aceh pertama yang sukses meraih tiket Olimpiade Korea Selatan tahun 1988 di cabang anggar.

“Sekali lagi, kami mengajak untuk bersama-sama menyaksikan Nurul Akmal saat mengikuti pertandingan nanti. Mari kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nurul Akmal yang telah berhasil mengharumkan nama Aceh di bidang olahraga hingga ke level dunia.

Kita Doakan Raih Medali

Secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABSI), Teuku Rayuan Sukma, berharap banyak Nurul bisa mengikuti jejak rekannya, Windy Cantika Aisah yang meraih medali perunggu dan medali pertama Indonesia di olimpiade kelas 49 kilogram.

“Apapun medali, mau perungu, perak dan emas, kita doakan dan berharap bisa diraih Nurul Akmal,” ujarnya kepada posaceh.com, Selasa (27/7/2021).

Begitupun, mantan Kadispora Aceh ini mengatakan, lifter Aceh tersebut bisa lolos bertanding di Olimpiade Tokyo, sudah merupakan suatu prestasi luarbiasa. Nurul bisa bertanding di Olimpiade karena berhasil mengumpulkan akumulasi poin yang bagus dan cukup dari sejumlah event internasional Pra Olimpiade.

“Mari kita doakan bersama, semoga Nurul mampu menjalani pertandingan dengan mulus dan berhasil meraih medali,” katanya.

Sama-Sama Punya Peluang

Sementara itu, pelatih angkat besi Aceh Effendi Eria menyebutkan, di olimpiade, Nurul Akmal akan turun di kelas + 87 kilogram.

Pelatih angkat besi Aceh menuju PON Papua ini mengatakan, semua lifter sama-sama punya peluang meraih medali di olimpiade. Nurul juga punya peluang meraih medali.

“Kita harapkan Nurul bisa mengangkat barbel dengan angkatan terbailknya yang dicapai selama latihan,” ujar Effendi yang juga pelatih Timnas angkat besi Indonesia di Olimpiade Beijing, China pada 2008.

Di kancah Olimpiade Tokyo, lima lifter Indonesia turun bertanding Windy Cantika Aisah (49kg), Eko Yuli Irawan (61kg), Deni (67kg), Rahmat Erwin Abdullah (73kg), dan Nurul Akmal (+87kg).

Windy Cantika Aisah (49kg) dan Eko Yuli Irawan (61kg) masing-masing telah berhasil mempersembahkan satu medali perunggu dan satu medali perak bagi Merah Putih. (Sudirman Mansyur).

Exit mobile version