posaceh.com, Kutacane – Pimpinan sekaligus Ketua Yayasan Pesantren Raudhatul Hasanah Simpang Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, Tgk. Ali Hasyimi, akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebut dirinya meminta sejumlah guru honorer mengembalikan gaji yang telah diterima.
Saat dikonfirmasi media ini, Senin (22/06/2026), Tgk. Ali Hasyimi menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lingkungan pesantren.
Menurutnya, dana yang dikembalikan oleh beberapa guru bukanlah pengembalian gaji kepada yayasan, melainkan pelunasan pinjaman yang sebelumnya diajukan oleh guru bersangkutan melalui bendahara pesantren.
“Tidak ada guru yang dipaksa mengembalikan gaji kepada yayasan. Yang ada adalah pengembalian pinjaman yang sebelumnya dipinjam oleh guru melalui bendahara. Ketika gaji diterima, pinjaman tersebut dikembalikan sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya,” ujar Tgk. Ali Hasyimi.
Ia menjelaskan bahwa seluruh transaksi pinjaman tersebut memiliki bukti dan catatan administrasi yang lengkap sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
“Semua bukti pinjaman ada. Jadi sangat keliru jika hal itu disebut sebagai pengembalian gaji atau pemotongan honor guru,” tegasnya.
Selain membantah isi pemberitaan, Tgk. Ali Hasyimi juga menyayangkan munculnya berita yang menurutnya tidak berimbang karena tidak didahului konfirmasi kepada pihak yayasan maupun pesantren.
“Kami tidak pernah dimintai keterangan secara resmi terkait tuduhan tersebut sebelum berita diterbitkan. Padahal, konfirmasi kepada semua pihak sangat penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap objektif dan berimbang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Pesantren Raudhatul Hasanah selama ini berkomitmen menjaga hak-hak tenaga pendidik serta terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.
“Kami menghormati dan menghargai seluruh guru yang mengabdikan diri di pesantren ini. Karena itu, kami berharap masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh,” pungkasnya.
Pihak yayasan berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat serta meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di Pesantren Raudhatul Hasanah Simpang Semadam. (Akbar)
