Daerah

Diskop dan UKM Aceh Bergerak Mencegah Penularan Covid-19, Menghidupkan UMKM

1915
Kadis Koperasi dan UKM Aceh Dr Wildan MPd saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penyediaan 1 juta masker untuk dibagikan kepada masyarakat miskin di seluruh Aceh, diruang kerjanya, Jumat (17/4/2020) FOTO/ TEUKU AZHARI

POSACEH.COM,BANDA ACEH – Dunia sekarang tengah di buat heboh oleh tamu yang tak diundang bernama virus Corona ( Covid-19), tidak mengherankan apabila pemimpin di seluruh belahan dunia berkurang jam istirahat mereka, demi untuk mencari sebuah formula bagaimana wabah ini segera berakhir.

 

Di sisi lain, formula untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus ini baru mulai di lakukan, masalah yang paling fundamental juga muncul. Masalah Ekonomi rakyat, bagaimana tidak, akibat munculnya virus Corona ini, sejumlah usaha gulung tukar, ribuan bahkan jutaan orang kehilangan pekerjaan.

 

Belum lagi masalah masalah lain yang memang seperti mata rantai saling berhubungan kaitannya satu sama lain, sementara hal yang paling mustahak adalah, kehidupan harus terus berjalan.

 

Menyikapi dilema tersebut, Pemerintah Pusat telah memberikan petunjuk kepada Pemerintah Provinsi untuk mengharuskan warganya menggunakan masker saat keluar rumah atau berpergian.

 

Pemerintah sebelum nya juga telah memberlakukan protokol kesehatan seperti jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan dan di rumah saja. Jikapun terpaksa keluar rumah wajib pakai masker.

 

Menyiasati anjuran pemerintah pusat, akhirnya Pemerintah Aceh berinisiatif untuk menyediakan 1 juta masker untuk warga miskin. Plt Gubernur Aceh Ir H.Nova Iriansyah,MT melalui Kadis Koperasi dan UKM Aceh Dr Wildan,MPd sekarang telah bergerak cepat menyiapkan masker masker tersebut untuk di bagikan kepada masyarakat.

 

“Mencegah penularan Covid-19dan menghidupkan UMKM merupakan program yang selama ini kami rintis. Apa yang bisa kami upayakan untuk masyarakat terus dilakukan,” kata Dr Wildan, kepada Media Pos Aceh, di ruang kerjanya, Jum’at (17/4/2020).

 

Menurutnya, wabah Corona ini memang berdampak sangat luar biasa pada perekonomian masyarakat, seluruh sendi-sendi ekonomi lumpuh dan mati suri, disinilah pemerintah berperan, satu sisi masyarakat tidak tertular alias tetap sehat, disisi lain masyarakat mendapatkan penghasilan.

 

Wildan mengungkapkan di Aceh sekarang ada sekitar 523 ribu keluarga miskin yang harus di perhatikan, termasuk dalam pemberian masker.

Bila satu rumah mendapatkan 2 masker, dibutuhkan sekitar 1 juta masker dalam waktu singkat ini.

 

“Oleh karena itu,lebih 1000 penjahit telah di arahkan untuk menyiapkan masker dengan standar yang telah di tetapkan dengan harga Rp.6.500/ masker diharapkan dapat selesai dalam satu minggu,” katanya.

 

Wildan yang dalam konferensi pers menerapkan protokol kesehatan jaga jarak menambahkan bahwa, untuk pembagian masker tersebut akan diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. “Biarkan pembagiannya kita serahkan kepada bupati atau walikota setempat, karena mereka lebih tahu mana keluarga yang berhak menerima bantuan masker tersebut,” jelas Wildan.

 

Menurut mantan Ketua IMKB ini, mulai Sabtu (18/4/2020) besok akan sampai 215 ribu lembar masker, sisanya akan menyusul dalam waktu seminggu kedepan. Ketika di tanya apakah bantuan masker tersebut tidak terlambat, mengingat banyaknya pihak yang telah membagikan masker, begitu pun dengan masker yang dijual sudah menjamur di pinggir jalan.

 

Wildan mengakui bahwa, disinilah bedanya pemerintah dengan lembaga lain, pemerintah semua harus ada proses dan prosedur, menggunakan dana pemerintah memang tidak mudah, ada mekanismenya, namun demikian pihak Pemerintah Aceh terus berupaya mempercepat semua bantuan untuk masyarakat, termasuk dalam bantuan masker yang di laksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Aceh.

 

“Bagi yang kaya sanggup beli masker, dan yang lebih kaya bisa menyumbang atau mendonorkan ke lembaga lembaga lain, pemerintah harus ikuti mekanisme dan peruntukannya untuk warga miskin. Terpenting sama sama kita berusaha agar wabah virus Corona segera berlalu,” pungkas Wildan.

Dalam kesempatan itu,Dr Wildan juga menyampaikan bahwa sejak 1 April lalu pemerintah Aceh telah membuat program Aceh Sale untuk memudahkan konsumen membeli kebutuhan,tidak perlu keluar rumah.” Klik saja di geogle Aceh Sale,silahkan anda bertransaksi langsung dengan pedagang nya,”Jelas Wildan. (T.Azhari).

Exit mobile version