posaceh.com, Banda Aceh – Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh memantau dan memetakan titik Rawan Kemacetan di Kota Banda Aceh Titik yang menjadi rawan kemacetan di Kota Banda Aceh misalnya berada dikawasan CBD, pusat kota di jalan Diponogoro, Jl KH Ahmad Dahlan dan jalan Muhammad Jam.
Kemacetan itu tidak pernah berdiri sendiri, timbulnya kemacetan pasti ada hambatan samping seperti parkir. Secara aturan boleh parkir di badan jalan, tapi parkir itu juga menjadi bagian dari hambatan, karena begitu sudah parkir kiri dan kanan, jalan hanya tinggal dua laju, begitu kendaraan itu mundur tentu saja ada kendaraan lain yang terhambat. Hambatan samping parkir itu tidak permanen.
FOTO DOK DISHUB KOTA BANDA ACEH
Ada juga hambatan samping yang permanen yaitu Pedagang Kaki Lima (PKL). PKL kalau sudah diletakkan lapaknya tidak akan dipindahkan lagi. Kalau sudah ada PKL letakkan barang dagangan tentu saja ada orang yang beli, artinya ada ada gula ada semut. orang beli itu perlu tempat parkir, akhirnya pembeli parkir dibadan jalan, maka terjadilah kemacetan.
“Dipusat kota itu yang membuat kemacetan itu tidak berdiri sendiri, ada hambatan samping seperti PKL dan Orang parkir. tempat kemacetan lainnya seperti tempat kuliner, seperti dijalan T Nyak Makam, tapi sudah kita tertibkan dengan program-program kita,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh melalui Sekretaris Dishub Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir SSiT MSi.
Kemudian Kemacetan di Zona sekolah dan Dishub Banda Aceh telah menembatkan petugas untuk mengatur lalu lintas seperti di kawasan Madrasah Terpadu MIN -MTsN – MAN. Siswa Disana kurang lebih 3000 orang. dijam bersamaan itu akan terjadi kemacetan hebat, makanya perlu diatur.
“Kita sudah berkoodinasi dengan pihak sekolah, sudah mengambil langkah-langkah mengatur jam masuk dan jam pulang anak sekolah, sehingga tidak beradu. kalaupun berada kemacetannya tidak begitu parah,” pungkas mantan Kabid Darat Dishub Kota itu.(Adv)
