News

Disdik Aceh Sosialisasi Asesmen Nasional

1623
×

Disdik Aceh Sosialisasi Asesmen Nasional

Sebarkan artikel ini
FOTO/ HUMAS DISDIK ACEH Hamdani MPd, Kabid Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh.

posaceh.com, Banda Aceh – Tahun 2021, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut Asesmen Nasional sebagai penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan dan menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang juga didukung penuh oleh Presiden Joko Widodo.

Untuk mendukung program nasional tersebut Dinas Pendidikan Aceh mensosialisasikan Asesmen Nasional yang akan mulai dilaksanakan pada September 2021. “Asesmen Nasional dimana tujuan utamanya adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik dan kita Aceh langsung mengambil langka cepat mensosialisasikan ke kabupaten dan kota di Aceh,” Hamdani, M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh, saat mendampjngi Kunjungan Kerja Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Alhudri MM, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tengah – Bener Meriah, Sabtu (19/6/2021).

Ia mengatakan, Disdik Aceh dari sekarang sudah dan terus melakukan sosialisasi agar pelaksanaannya pada September 2021 dapat berjalan sukses. “Harapan kita semua sekolah yang ada di Aceh bisa meningkatkan mutu sekolah dalam pelaksanaan asesmen tahun ini,” tutur Hamdani.

Tiga Kopetensi yang Diuji

Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh mengatakan, perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.
Asesmen Nasional 2021, terang Hamdani MPd, adalah pemetaan mutu pendidikan pada semua sekolah, madrasah, serta program kesetaraan jenjang sekolah dasar dan menengah.

Hamdani menuturkan, dalam asesmen nasional ini ada tiga kompetensi yang diuji, pertama asesmen kompetensi minimum, literasi numerasi, dan survey lingkungan belajar. Asesmen dilakukan untuk pemetaan mutu sekolah bukan mutu siswa, adapun yang dites adalah siswa kelas 2 (dua) sebanyak 45 orang secara acak atau random.

“Asesmen nasional ini menjadi salah satu alternatif transformasi pendidikan di tingkat sekolah. Tentu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pengajaran, dan lingkungan belajar di satuan pendidikan. Melalui asesmen yang lebih berfokus, diharapkan perbaikan kualitas dan layanan pendidikan bisa semakin efektif,” pungkas Hamdani MPd, Kabid Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh.(MarDG/*)