NewsPemko Banda Aceh

Dinkes Kota Banda Aceh Fokus Turunkan Angka Stunting

1857
×

Dinkes Kota Banda Aceh Fokus Turunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
Siti Fatimah, S.TP Kasi. Kesga dan Gizi Dinkes Kota Banda Aceh memberikan sosialisasi tentang peningkatan gizi untuk balita sejak usia seribu hari kehidupan, sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting di Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Selasa (24/8/2021). FOTO/ ABDUL MUIZ

posaceh.com, Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh lakukan sosialisasi program peningkatan gizi dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) guna menekan angka stunting di Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, SKM., M.Kes mengatakan kepada posaceh.com, Selasa, (24/8/2021) sore sampai saat ini Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh terus melakukan upaya penekanan angka stunting, bahkan sejak Januari tahun 2021 Dinkes bersama TP-PKK dan DPMG telah bersinergi untuk membahas tentang Peraturan Wali Kota (Perwal) pencegahan dan penanganan stunting.

“Sejak Januari tahun ini hingga sekarang kita tetap fokus untuk melakukan pencegahan dan penanganan stunting, dan perwalnya sedang kita siapkan,” katanya.

Menurut Lukman, stunting sendiri merupakan kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya.

“Artinya pertumbuhan anak-anak terganggu sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya,” terangnya.

 

Ia menjelaskan, banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Terlebih lagi, jika kondisi ini dialami oleh anak yang masih di bawah usia dua tahun dan harus segera ditangani dengan segera dan tepat.

 

“Pertumbuhan anak dibawah usia dua tahun harus mendapatkan perhatian khusus, sehingga asupan gizinya cukup dan pertumbuhan tidak mengalami masalah, hal ini yang perlu dipahami oleh warga Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Selanjutnya, Lukman mengatakan, salah satu upaya pencegahan dan penanganan stunting saat ini dengan mengaktifkan Rumoh Gampong Sehat (RGS) yang bersinergi dengan Rumoh Gizi Gampong (RGG) sesuai dengan peraturan Gubernur Aceh.

“Jadi upaya saat ini kita aktifkan RGS dan RGG sesuai dengan peraturan Gubernur, dari situlah kita mulai memberikan edukasi kepada warga tentang pencegahan dan peningkatan gizi seimbang untuk anak,” ungkapnya.

Lukman berharap, warga Kota Banda Aceh sadar akan pentingnya meningkatkan gizi serta menciptakan lingkungan yang sehat, agar Kota Banda Aceh menjadi Kota Zero gizi buruk dan stunting. “Harapannya warga Banda Aceh sadar akan kesehatan demi mewujudkan Kota Banda Aceh Zero gizi buruk dan stunting,” pintanya.

 

Sedangkan Siti Fatimah, S.TP Kasi. Kesga dan Gizi Dinkes Kota Banda Aceh mengungkapkan, saat ini untuk menekan angka stunting sudah banyak gampong di Kota Banda Aceh mulai melaunching RGG sebagai upaya pencegahan stunting.

“Tahun ini banyak gampong di Kota Banda Aceh yang telah meluncurkan Rumoh Gizi Gampong, seperti halnya di Kecamatan Kuta Raja yang seluruh gampong nya telah memiliki RGG dan di Kecamatan Banda Raya ada Lamlagang dan Peunyerat menurut jadwal akan dilakukan kembali launching di gampong Lam Ara dan Geuce Inem,” sebut Siti.

Ia berharap, agar para Keuchik Gampong mau menganggarkan dana untuk program pencegahan dan penanganan stunting, sehingga semua warga dapat memahami konsep isi piring ku bagi balita.

“Saya berharap, agar aparatur gampong dapat menganggarkan dana untuk pelatihan bagi ibu-ibu tentang gizi untuk balita mulai dari seribu hari pertama kehidupan, tentu saja tidak cukup hanya dengan sosialisasi, melainkan perlu adanya praktek, agar ibu-ibu dapat memahami dengan seksama,” pungkas Siti Fatimah, S.TP Kasi. Kesga dan Gizi Dinkes Kota Banda Aceh.(Muiz)