Daerah

Dinkes Aceh Besar Minta Puskesmas Inovatif Sosialisasikan Bahaya Polio

1840
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati SKM MPH memberikan arahan pada pertemuan dengan seluruh Kepala Puskesmas dalam pertemuan persiapan Sub PIN Polio putaran kedua yang dilaksanakan di Aula Puskesmas Krueng Barona Jaya, Kamis (2/2/2023). FOTO/ MC ACEH BESAR

posaceh.com, Kota Jantho – Upaya mencapai target imunisasi Polio di Aceh Besar, Dinas Kesehatan meminta Puskesmas untuk lebih inovatif dan edukatif dalam mensosialisasikan pentingnya imunisasi Polio.

“Kita harus lebih inovatif dan edukatif dalam sosialisasi dan kita juga sedang melakukan persiapan untuk Sub PIN Polio putaran ke-2, mudah-mudahan bisa mencapai target nasional 92%,” pinta Neli Ulfiati SKM MPH, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, di Kota Jantho, Kamis (2/2/2023).

Ia mengatakan telah menyampaikan hal tersebut kepada seluruh Kepala Puskesmas dalam pertemuan persiapan Sub PIN Polio putaran kedua yang dilaksanakan di Aula Puskesmas Krueng Barona Jaya.

Untuk itu, kata Neli perlu dilakukan langkah-langkah yang lebih efektif dalam mensosialisasikannya terperinci dan tepat sasaran terkait penyakit polio ini agar orang tua dan masyarakat luas tahu dan paham tentang bahaya polio untuk anak-anak. “Maka perlu kita perkuat kembali petugas dan tim sosialisasi,” tuturnya.

Maka itu, Neli mengajak seluruh elemen baik di puskesmas, organisasi profesi hingga pemerintah kabupaten untuk berperan aktif di putaran kedua sehingga mencapai cakupan untuk menjaga penerus bangsa kelak.
” Ini bukan saja tugas petugas kesehatan, namun harus menjadi kepentingan bersama untuk menjaga penerus masa depan,” imbuhnya.

Neli juga mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang sudah berpartisipasi dalam menyukseskan Sub PIN Polio Putaran Pertama.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes dr. Eddy Purwanto juga mengatakan banyaknya kendala saat putaran pertama menjadi salah satu acuan ke depan untuk terus proaktif menciptakan ide yang efektif untuk menyukseskan putaran kedua.
“Dari kendala sebelumnya ini bisa jadi pengalaman bagi kita agar putaran kedua dapat menentukan langkah yang tepat” ujar dr. Eddy.(Mursalin/*)

 

Exit mobile version