News

Dinkes Aceh Besar Ajak Ibu Hamil Cegah Risiko Kehamilan Lewat Pemeriksaan Rutin dan Pola Gizi Seimbang

339
Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil, di Aceh Besar, beberapa waktu lalu. FOTO/ DOK DINKES ACEH BESAR

posaceh.com, Kota Jantho – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Besar terus memperkuat upaya pencegahan risiko kehamilan melalui pemeriksaan rutin (Antenatal Care/ANC) dan penerapan pola gizi seimbang bagi ibu hamil. Langkah ini menjadi strategi penting dalam menekan angka komplikasi dan kematian ibu maupun bayi di wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati SKM MPH, menjelaskan bahwa pemeriksaan kehamilan berperan penting dalam mendeteksi dini berbagai risiko kesehatan yang dapat membahayakan ibu dan janin.

“Bidan atau tenaga medis dapat segera mengetahui jika ada tanda-tanda risiko, seperti tekanan darah tinggi, kurang darah, atau pertumbuhan janin yang tidak sesuai usia kehamilan. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula bisa ditangani,” jelasnya, di Kota Jantho, Rabu (24/9/2025).

*Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan Rutin

Dinas Kesehatan menganjurkan setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan, yaitu satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga.

“Bahkan jika memungkinkan, ibu hamil sebaiknya lebih sering memeriksakan diri, apalagi bagi yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau pernah mengalami keguguran,” kata Neli.

Selain itu, pemeriksaan juga membantu tenaga kesehatan memberikan konseling terkait pola makan, aktivitas fisik, dan persiapan persalinan.

Seorang ibu hamil melakukan pemeriksaan USG.FOTO/ DOK DINKES ACEH BESAR

*Anjuran Pola Gizi Seimbang

Selain rutin memeriksakan kehamilan, Dinas Kesehatan juga mengingatkan agar ibu hamil menjaga pola gizi seimbang. Menurut Neli, asupan gizi yang baik bukan hanya untuk menjaga kesehatan ibu, tetapi juga untuk memastikan janin tumbuh optimal.

“Kami mendorong ibu hamil agar mengonsumsi makanan yang beragam, mulai dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta susu. Jangan lupa konsumsi tablet tambah darah setiap hari, karena anemia adalah masalah yang masih banyak terjadi di Aceh Besar,” ujarnya.

Pihaknya juga menekankan agar ibu hamil mengurangi makanan instan, minuman berkafein berlebih, dan menghindari rokok serta alkohol.

*Pentingnya Peran Keluarga

Neli mengingatkan, keberhasilan menjaga kehamilan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga keluarga. Suami diharapkan mendukung istri dengan cara mengingatkan jadwal periksa, menemani ke puskesmas, serta memastikan istri mendapatkan makanan bergizi.

“Kami sering menekankan dalam kelas ibu hamil bahwa peran suami dan keluarga sangat besar. Dukungan moral maupun praktis bisa membuat ibu hamil lebih tenang dan sehat,” tambahnya.

Untuk mendorong kepatuhan ibu hamil dalam memeriksakan kehamilan, Dinkes Aceh Besar bersama puskesmas menyediakan layanan jemput bola. Petugas bidan desa dan kader kesehatan aktif mendatangi rumah-rumah, terutama di daerah terpencil yang aksesnya sulit.

Selain itu, setiap puskesmas menyediakan kelas ibu hamil sebagai wadah edukasi dan konseling. Ada juga program Rumoh Gizi Gampong (RGG) yang menyediakan makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk ibu hamil dengan risiko gizi kurang.

“Ini semua bagian dari strategi kami agar ibu hamil tidak ada yang tertinggal dari pelayanan kesehatan,” kata Neli.

Meski upaya terus dilakukan, Dinas Kesehatan masih menghadapi tantangan. Sebagian ibu hamil merasa pemeriksaan kehamilan tidak perlu jika kondisi fisik terlihat sehat. Ada juga yang enggan minum tablet tambah darah karena mengeluh mual.

Plt Kadis Kesehatan Aceh Besar Neli Ulfiati SKM MPH
FOTO/ DOK DINKES ACEH BESAR

“Padahal banyak kasus komplikasi muncul tiba-tiba meskipun sebelumnya ibu merasa sehat. Karena itu, kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak meremehkan pemeriksaan,” tegas Neli.

Selain itu, kondisi geografis Aceh Besar yang terdiri dari pesisir, dataran rendah, hingga pegunungan juga membuat akses layanan tidak merata. Untuk itu, Dinas Kesehatan berupaya menambah jumlah bidan desa serta memperkuat jejaring rujukan.

Neli berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kehamilan dan pola gizi seimbang. Dengan kesadaran tersebut, risiko kematian ibu maupun bayi bisa ditekan.

“Kami ingin setiap ibu hamil di Aceh Besar merasa aman, sehat, dan percaya diri menghadapi persalinan. Untuk itu, periksa rutin ke bidan atau puskesmas dan jangan abaikan pola makan bergizi,” tutupnya.(Why)

Exit mobile version