posaceh.com, Banda Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menggelar pelatihan tajhiz mayat yang berlangsung 26-29 April 2021 di Hotel Kumala Banda Aceh. Kegiatan itu diikuti oleh 35 peserta dari kabupaten/kota di Aceh.
Para pesertanya merupakan petugas khusus fardhu kifayah yang dimiliki setiap daerah. Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari unsur MPU, Akademisi, Dinas Syariat islam dan tokoh agama Islam.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr EMK Alidar S. Ag, MA menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini, karena akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Katanya, meskipun diselenggarakan dalam bulan suci Ramadhan, namun peserta tetap antusias.
“Mengingat banyak orang dengan kondisi Covid-19 ini tidak berani lagi memandikan dan mengkafani jenazah,” ujarnya.
Kadis juga berpesan agar petugas pemandian jenazah selalu memakai masker, sarung tangan dan mandi dengan memakai sabun setelah memandikan jenazah.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi gampong yang tidak ada orang memandikan mayat, apalagi di musim Covid-19.
“Kita tak tau kapan pandemi ini akan berakhir, kita doakan semoga Allah mencabut pendemi covid ini dengan berkah bulan Ramadhan,” ujarnya.
Sementara Tadas Panitia, Dr Fikri Bin Sulaiman Ismail Lc. MA mengatakan kegiatan tersebut berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat.
Ia berharap peserta yang dilatih dapat mengaplikasikan ilmunya di masyarakat.
Kegiatan pelatihan tajhiz mayat ini ditutup secara resmi oleh Kepala Seksi Lembaga Keagamaan DSI Aceh, Dr Abdul Rani S.Sos.i, MA.
Semoga dengan kegiatan ini peserta nantinya dapat melatih masyarakat di gampong, agar tidak krisis lagi petugas fardhu kifayah di Aceh.
Ia berharap pemerintah gampong di Aceh dapat mengusulkan kegiatan tajhiz mayat melalui dana desa.(MarDG/*)











