posaceh.com, TEL AVIV – Israel dilaporkan menggunakan jalur darat untuk mengimpor barang melalui Teluk dan melintasi Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Yordania ke Israel. Hal itu sebagai upaya untuk menghindari jalur pengiriman melalui Laut Merah yang diblokade oleh pemberontak Houthi di Yaman.
Menyusul dimulainya pengeboman dan invasi Israel ke Jalur Gaza, pemberontak Houthi di Yaman melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal-kapal yang diduga sedang dalam perjalanan ke Israel melalui Laut Merah. Mereka merebut kapal-kapal tersebut dan secara signifikan berdampak pada perdagangan global yang melewati jalur pelayaran penting tersebut.
Hal ini, bersamaan dengan serangan angkatan laut dan udara terhadap kelompok Houthi oleh Amerika Serikat dan Inggris, telah memaksa kapal-kapal untuk menggunakan rute alternatif melewati Tanjung Harapan di Afrika bagian selatan dan mengelilingi benua tersebut serta melalui Mediterania, melakukan perjalanan yang lebih mahal dan memakan waktu.
Middle East Monitor melaporkan pada Senin (5/2/2024), dalam upaya untuk menghindari keadaan tersebut, Israel dilaporkan pada Desember telah merencanakan jalur darat yang membentang dari timur Jazirah Arab ke Israel, sebagai jalur alternatif yang berpotensi mengurangi biaya dan lamanya waktu pengangkutan. barang-barang. Laporan-laporan tersebut awalnya belum dikonfirmasi oleh Israel dan negara-negara Teluk Arab, dan beberapa negara seperti pemerintah Yordania menyangkal pembentukan jalur darat tersebut.
Namun, dalam siaran Channel 13 Israel minggu ini, terungkap bahwa kapal-kapal telah menuju ke Teluk Persia, dari sana mereka berangkat dari Dubai di UEA, melintasi Arab Saudi dan Yordania, dan akhirnya mencapai Jembatan Yordan di Israel.
Operasi tersebut dilaporkan dilakukan antara dua perusahaan–Puretrans FZCO yang berbasis di UEA dan Trucknet yang berbasis di Israel–yang mengangkut barang melalui truk dan angkutan barang, yang isinya meliputi makanan, plastik, bahan kimia, dan perangkat atau komponen elektronik.
Proses ini dilaporkan merupakan uji coba sebelum rute tersebut digunakan secara penuh, tapi siaran Channel 13 mengonfirmasi laporan bahwa rencana Israel sejalan dengan kerja sama dan izin dari negara-negara Arab tersebut meskipun perang pendudukan masih berlangsung di Gaza dan genosida warga Palestina di wilayah yang terkepung.
Hal ini terjadi setelah Menteri Transportasi dan Keselamatan Jalan Israel, Miri Regev, mengungkapkan bulan lalu bahwa dia memimpin rencana untuk mengembangkan rute tersebut, dengan menyatakan di X bahwa “… transportasi barang melalui darat akan mempersingkat waktu sebanyak 12 hari dan sangat mengurangi biaya yang ada dari waktu tunggu karena masalah kabel. Kami akan melakukannya dan kami akan berhasil.”
Tingkatkan serangan
Sebelumnya, kelompok Houthi mengatakan mereka berencana untuk menambah serangan ke kapal perang Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Dalam pernyataannya kelompok yang didukung Iran itu mengatakan semua kapal perang AS dan Inggris berpartisipasi dalam “agresi” terhadap target-target Yaman.
Pernyataan yang dikutip Aljazirah pada Rabu (31/1/2024) kemarin menambah kekhawatiran ketegangan di kawasan semakin memanas serta meningkatkan gangguan pada perdagangan dunia. Houthi yang menguasai wilayah terpadat di Yaman melancarkan serangan rudal dan drone ke kapal-kapal komersial di Laut Merah dan Teluk Aden sejak 19 November lalu.
Kelompok itu mengatakan serangan tersebut sebagai bentuk solidaritas pada rakyat Palestina yang dibombardir Israel di Gaza. AS dan Inggris menyerang target-target Houthi di Yaman saat angkatan laut dua negara itu berpatroli di Laut Merah.
Pada Kamis (30/1/2024) lalu Houthi menembakan rudal ke kapal perang AS, USS Gravely. Pusat Komando AS (CENTCOM) mengatakan pasukannya menembak rudal jelajah anti-kapal. “Pasukan AS mengidentifikasi rudal di wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman dan menetapkan rudal itu menimbulkan ancaman pada pesawat AS,” kata CENTCOM.
Serangan-serangan Houthi di Laut Merah menambah elemen perekonomian global dalam gejolak yang dipicu perang Israel di Gaza. Beberapa perusahaan pelayaran menangguhkan atau mengalihkan rute kapal-kapal mereka dari Laut Merah yang diakses dari Teluk Aden.
Sejumlah perusahaan mengalihkan jalur pelayaran dengan mengitari Afrika untuk menghindari serangan. Namun, langkah itu menambah biaya dan lama pengiriman yang diperkirakan akan meningkatkan biaya hidup.
Houthi mengatakan mereka akan menggelar operasi militer sampai gencatan senjata di Jalur Gaza disepakati serta makanan dan obat-obatan dapat masuk ke pemukiman Palestina itu untuk meredakan krisis kemanusiaan yang sedang terjadi. Mereka menegaskan siap menggelar serangan dalam jangka panjang.
