News

Di Hadapan Wapres, Taqwallah Kemajuan Kemajuan Vaksinasi di Aceh

1587
Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes memaparkan laporan capaian vaksinasi Covid-19 kepada Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, pada Rapat Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik di Ruang Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (16/11/2021). FOTO/ HUMAS PEMERINTAH ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Gubernur Aceh dalam laporannya yang disampaikan oleh Sekda Aceh, Taqwallah menyebutkan, kemajuan capaian vaksinasi di Aceh yang sudah berada pada posisi 34,5 persen per 15 November 2021. Jumlah tersebut meningkat tajam dari 19 persen pada bulan Agustus.

Hal tersebut disampaikan Sekda Aceh, Taqwallah kepada Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin dalam Rapat Koordinasi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelayanan publik bersama Forkopimda Aceh dan bupati/wali kota se-Aceh di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Selasa, (16/11/ 2021).

Taqwallah mengatakan, peningkatan tajam terjadi pada September sebanyak 6,3 persen, kemudian Oktober 5,9 persen dan per 15 November 2021 meningkat 3,5 persen.

“Kenaikan signifikan terjadi pada kelompok usia sekolah atau remaja, yaitu 28,9 persen dari sebelumnya 2,8 persen,” kata Sekda.

Sekda mengatakan, peningkatan terjadi setelah sosialisasi massif untuk kelompok usia remaja pada 1.141 pesantren dan 2.677 sekolah serta pertemuan dengan 6.497 kepala desa, 289 camat, 360 Kepala puskesmas dan dukungan luar biasa dari para ulama.

“Saat ini, persepsi masyarakat terhadap vaksin semakin positif, dan antusiasme melakukan vaksin juga semakin tinggi, setelah sebelumnya sempat terjadi akibat masifnya informasi hoaks,” kata Sekda.

Sekda menjelaskan, saat ini sisa target realisasi vaksinasi tinggal 45 persen. Artinya, dengan sisa waktu 45 hari, harus maju mengejar 1 persen per hari, atau sekitar 40.000 sampai 50.000 vaksinasi per hari.

“Oleh sebab itu tersedia ketersediaan vaksin per hari sebanyak 40.000 sampai 50.000 dosis, yang bila diakumulasikan mencapai sekitar 4,3 juta dosis,” ujar Taqwallah.

Lebih lanjut, Sekda juga melaporkan realisasi Dana Desa di Aceh. Ia mengatakan, dalam 2 tahun terakhir, Pemerintah Aceh telah berhasil mendorong penciptaan dana desa hingga tepat waktu pada bulan Januari.

“Pada tahun ini, alokasi Dana Desa sebesar Rp.98 triliun untuk 6.497 Desa, sudah terealisasi 89 persen per 15 November 2021. Diharapkan kesepakatan perdana tahap I tahun 2022 sebelum 10 Januari.
Sementara pada tahun 2020, telah dialokasikan penyertaan modal dari Dana Desa sebesar Rp. 896 miliar lebih untuk 6.246 BUMG, dalam rangka pemberdayaan ekonomi di desa,” ujar Taqwallah.

Lebih lanjut, Sekda juga menambahkan pengembangan UMKM di Aceh. Saat ini Aceh memiliki 325.092 UMKM yang dibina oleh Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten/kota melalui Dinas Koperasi dan UKM.

Ia menyebutkan, jumlah bentuk dukungan yang diberikan Pemerintah daerah pelaku UMKM, yaitu, Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) dan Surat Edaran Tentang Prioritas Penggunaan Produk UMKM di Aceh.

Kemudian, memberikan pembinaan terhadap pelaku usaha KUMKM melalui 7 jenis pelatihan dan 9 jenis pendampingan, stimulus, kemitraan dengan berbagai pihak, serta digitalisasi 1.150 UMKM dalam pelaporan keuangannya.

Kedatangan Wapres di Aceh didampingi istri, Hj. Wury Ma’ruf Amin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi A. Halim Iskandar, Plt. Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto, Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah dan Lukmanul Hakim.(Muiz/Rel)

Exit mobile version