Internasional

Demonstrasi di Iran Rusuh, Dua Orang Tewas

273
×

Demonstrasi di Iran Rusuh, Dua Orang Tewas

Sebarkan artikel ini
Seratusan ribu demonstran turun ke jalan untuk memprotes krisis moneter yang berujung rusuh di Kota Lordegan, Iran, Kamis (1/1/2025). FOTO/AFP

posaceh.com, Teheran – Bentrokan antara  demonstrasi dan pasukan keamanan di Kota Lordegan,  Iran berakhir rusuh, menyebabkan dua demontran tewas pada Kamis (1/1/2026).

“Jumlah korban tewas di Lordegan hari ini dua orang,” menurut kantor berita Fars .

Massa dilaporkan melemparkan batu ke sejumlah gedung, termasuk kantor gubernur provinsi, masjid, Yayasan Martir, balai kota, dan bank.

Polisi menembakkan gas air mata dan sejumlah orang yang tidak disebutkan jumlahnya telah terluka.

Iran diguncang demo besar-besaran setelah negara itu mengalami krisis ekonomi buntut sanksi internasional.

Kantor berita Iran yang terkait dengan gerakan buruh, Ilna , melaporkan sejumlah mahasiswa menunjukkan rasa pada Selasa (30/12) untuk memprotes krisis moneter yang tengah menggemparkan negara tersebut.

Demo itu meletus di 10 universitas, yang tujuh di antaranya merupakan kampus bergengsi di ibu kota Teheran.

Aksi pelajar ini terjadi setelah pada Senin (29/12/2025) para pedagang melakukan unjuk rasa besar-besaran di Teheran. Mereka kecewa dengan anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang pada Minggu (28/12/2025) mencapai level terendah sepanjang masa, yakni 1,42 juta per dolar.

Menurut surat kabar Etemad , seorang pedagang mengeluh bahwa para pejabat acuh tak acuh terhadap kondisi pedagang yang kesulitan berjuang melawan kenaikan biaya impor.

“Mereka bahkan tidak membenarkan bagaimana harga dolar mempengaruhi kehidupan kami,” ucapnya yang memilih identitasnya diungkap secara anonim.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah berdiskusi dengan para pemimpin demo dan berjanji akan mengatasi krisis ekonomi, demikian menurut kantor berita Mehr.

“Saya telah meminta menteri dalam negeri untuk mendengarkan tuntutan rakyat dengan melakukan dialog bersama perwakilan mereka sehingga pemerintah dapat melakukan segala upaya untuk menyelesaikan masalah dan bertindak secara bertanggung jawab,” kata Pezeshkian dalam unggahan di media sosial.(Muh/*)