posaceh.com, Jakarta – Indonesia hanya akan menurunkan 10 orang dalam defile upacara pembukaan Olimpiade 2020 Tokyo di Stadion Nasional Jepang, Jumat malam.
Lifter putri Aceh Nurul Akmal bersama peselancar Rio Waida juga menjadi pembawa bendera Merah Putih Kontingen Indonesia dalam pembukaan Olimpiade yang akan dibuka oleh Kaisar Jepang, Jumat malam pukul 20.00 waktu setempat atau 18.00 WIB.
Sementara itu, pelatih angkat besi Aceh Effendi Eria menyebutkan, di olimpiade, Nurul Akmal akan turun di kelas 87 kilogram plus.
Pelatih angkat besi Aceh menuju PON Papua ini mengatakan, semua lifter sama-sama punya peluang meraih medali di olimpiade.
“Kita harapkan Nurul bisa mengangkat barbel dengan angkatan terbailknya yang dicapai selama latihan,” ujar Effendi yang juga pelatih Timnas angkat besi Indonesia di Olimpiade Beijing, China pada 2008.
Chef de Mission Olimpiade Tokyo, Rosan P Roeslani mengatakan jumlah tersebut merupakan jumlah maksimum yang ditetapkan panitia penyelenggara (TOCOG). Sementara pemilihan atlet yang diikutkan dalam defile disesuaikan dengan jadwal pertandingan.
“Kami dari Indonesia akan melakukan parade defile maksimum 10 orang dan kami pun juga memastikan yang ikut adalah mereka yang tidak ada jadwal pertandingan keesokan harinya,” kata Rosan dalam jumpa pers virtual diikuti di Jakarta, Kamis.
Sebanyak 10 orang tersebut antara lain CdM Rosan Roeslani, perenang Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani, lifter Nurul Akmal, peselencar Rio Waida, dan pelatih angkat besi Dirdja Wihardja.Lifter Nurul Akmal dan peselancar Rio Waida juga didaulat menjadi pembawa bendera Merah Putih dalam pembukaan Olimpiade yang akan dibuka oleh Kaisar Jepang itu pukul 20.00 waktu setempat atau 18.00 WIB.
Berdasarkan jadwal pertandingan Olimpiade Tokyo, atlet Indonesia sudah mulai bertanding Jumat dan Sabtu lusa. (Sudirman Mansyur/Ant).