News

Debat Pertama Cagub-Cawagub Aceh Seru, Paslon 02 Sindir Paslon 01

1239
Dua pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub), no urut 1 Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi dan no urut 2 Muzakir Manaf -Fadhlullah di Hotel Amel Convention Centre, Blang Oi, Banda Aceh, Jumat (25/10/2024) malam. FOTO/BEDU SAINI

posaceh.com, Banda Aceh – Debat pertama dua pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Aceh, pada Pilkada Serentak 2024 berlangsung seru, tetapi tetap aman dan tertib.

Debat dengan moderator Prisca Clarissa dari Kompas TV berlangsung selama satu jam lebih di Hotel Amel Convention Centre, Blang Oi, Banda Aceh, Jumat (25/10/2024) .

Kedua pasangan calon (Paslon) dengan Nomor Urut 1, Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi alias Syech Fadhil, dan Paslon Nomor Urut 2 Muzakir Manaf alias Mualem-Fadhlullah alias Dek Fadh.

Dengan latar berbeda antara dua cagub, tetapi hampir sama kedua cawagub, sesi tanya jawab saling menohok pasangan masing-masing, khususnya Paslon Nomor Urut 2 ke Nomor Urut 1.

Keriuhan ruang debat terus terdengar saat kedua pasangan menyampaikan paparan, terutama saat memberi jawaban dari masing-masing paslon.

Bahkan, pada satu kesempatan, Mualem sempat meminta pendukungnya untuk tidak ribut saat memberi tanggapan atas jawaban Paslon Nomor Urut 1.

Kondisi ruangan yang dipenuhi pendukung dari kedua paslon tetap tertib, walau teriakan kerap terdengar saat paslon menyampaikan gagasan, tanggapan dan jawaban.

Pada sesi tanya-jawab penerapan syariat Islam, kubu Paslon 02 menuding Paslon 01 tidak memiliki misi-visi tentang syariat.

Dek Fadh, mantan Ketua Santri Pidie menuding Paslon 01 dalam misi-visi tidak ada syariat Islam. Dia menegaskan pihaknya telah mempersiapkan anggaran khusus kepada guru di balee pengajian, pesantren dan dayah tradisional.
Tudingan itu langsung dibantah M Fadhil, lulusan Timur Tengah yang juga sahabat karib Ustadz Abdul Somad (UAS).

Dia menjelaskan pihaknya telah memprogramkan satu desa satu hafizh dan insentif kepada guru dayah. Dia menambahkan anak-anak Aceh akan diberi beasiswa untuk belajar di dalam negeri, bahkan sampai Timur Tengah.
Dalam sesi penutup, Mualem mengeluarkan sebuah puisi yang ditujukan kepada Bustami. Bunyinya: “Hendak kemana kita pergi, bawalah agama selalu di hati. Bagaimana memimpin negeri, jika kita tidak bisa mengaji.”

Padahal, sebelumnya, Bustami telah menjelaskan saat menjadi Pj Gubernur Aceh, telah mewajibkan pelajar SMA/sederajat mengaji selama 15 menit.
Bustami menegaskan semuanya ada prosesnya, sampai tidak ada lagi warga Aceh yang tidak bisa membaca Quran.

Keseruan terlihat saat sesi tanya-jawab masing-masing paslon, sampai-sampai ada sindiran yang dilontarkan, sehingga terdengar suara riuh-rendah para pendukung masing-masing.

Sedangkan sesi lainnya berlangsung secara normatif, di mana Paslon 01 dan Paslon 02 menyampaikan gagasannya sesuai visi-misi masing-masing-masing. (Muh)

 

Exit mobile version