Olahraga

Dayung Aceh Mengayuh Harapan Medali PON Papua

2336
×

Dayung Aceh Mengayuh Harapan Medali PON Papua

Sebarkan artikel ini

POSACEH.COM BANDA ACEH – Cabang olahraga dayung meski bukan primadona, namun terus mengayuh harapan untuk mempersembahkan medali bagi Aceh di PON XX yang akan digelar di Papua Oktober 2021.

Untuk mewujudkan asa tersebut sebanyak delapan pendayung yang terdiri empat putri dan empat putra giat berlatih di alur sungai Lamnyong, Aceh Besar dan latihan fisik, dalam program pemusatan latihan daerah (Pelatda).

“Kita berhasil meloloskan delapan atlet ke PON Papua. Bahkan, usai Pra PON tahun lalu, para atlet rutin berlatih. Selama masa pemusatan latihan daerah (Pelatda), mereka pagi berlatih fisik yakni lari dan sore latihan dayung di sungai Lamnyong,” ujar Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Aceh, Teuku Sulaiman Badai kepada Media POS ACEH baru-baru ini.

Delapan atlet yang dipersiapkan tersebut yaitu Rinal Firnanda, Khairil Munawir, Aulia Urrahman, Zulfahmi (putra) dan Olivia, Wahyuni, Mutia Risma, Natasha Anggraini (putri).

Sulaiman menyebutkan, dayung Aceh menargetkan meraih medali di PON Papua. “Karena itu kita fokus mempersiapkan atlet secara maksimal dalam masa Pelatda,” ujarnya.

Seperti diketahui dayung pernah menjadi cabang primadona bagi Aceh meraih medali di PON melalui atlet Ita Agreani tahun 90-an.

“Paling penting kita fokus dan atlet semangat dalam latihan, sehingga rekor yang dicapai bisa terus lebih baik,” sebutnya.

Menurutnya, para atlet hanya dipoles sedikit lagi dan terus diberi semangat, sehingga rekor bisa lebih bagus. Rekor pendayung Aceh beda-beda tipis dengan atlet nasional dari provinsi lainnya.

Kecuali itu, sebutnya untuk mempertajam rekor, menjelang PON akan memusatkan latihan di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, sehingga atlet akan mendapatkan sparing patner berlatih dengan atlet -atlet tangguh nasional.

“Ketika persiapan mengikuti Pra PON, kita pusatkan latihan atlet dua minggu di Jatiluhur, hasilnya kita berhasil meloloskan delapan atlet ke PON. Dengan formula fokus, semangat dan pusat latihan di Jatiluhur, saya yakin atlet dayung Aceh bisa meraih medali di Papua”, ujar pria bertubuh gempal dan ramah ini.

Sulaiman menyebutkan, para atlet semangat dan serius berlatih, meski di tengah badai corona virus desease 2019 (Covid-19). “Pelaksanaan kegiatan latihan tetap memperhatikan dan mengikuti protokol cegah Covid-19”, katanya.

Ia mengatakan, saat ini para atlet fokus menjalani Pelatda sentralisasi yang dibiayai KONI Aceh.

Ia menjelaskan, atlet berlatih pada nomor kayak yang ditangani tiga pelatih yaitu Suheri, Darsono, dan Marwin Fikri. “Kita menjalani Pelatda tahun ini, satu bulan sentralisasi dan dua bulan desentralisasi”, jelasnya.

Dalam persiapan PON, dayung masuk cabang olahraga kategori kedua dengan masa Pelatda lima bulan desentralisasi dan dua bulan sentralisasi.

Persiapan Umum

Sementara itu, seorang pelatih Suheri menjelaskan, dalam memulai Pelatda sentralisasi ini, para atlet menjalani program latihan persiapan umum.

Suheri mengatakan, dalam persiapan umum ini, program latihan di air tiga kali dalam sepekan yaitu Senin sore, Rabu pagi dan Sabtu sore. Selebihnya di hari lain, latihan fisik dan fitnes. (Sudirman Mansyur).