posaceh.com, New York – Otoritas China diperkirakan telah menambahkan 15 ton emas ke dalam cadangan devisanya pada September 2025. Angka ini sejalan dengan meningkatnya kembali pembelian emas batangan oleh bank-bank sentral global setelah sempat melambat selama musim panas, demikian menurut analisis terbaru dari Goldman Sachs Group.
Perhitungan yang dibuat oleh bank investasi tersebut jauh melampaui angka resmi yang dilaporkan China, yakni hanya 1,24 ton pembelian emas untuk bulan yang sama menurut laporan Bloomberg, Rabu (19/11/2025).
Analis Goldman Sachs, termasuk Lina Thomas, memperkirakan bank-bank sentral di seluruh dunia secara kolektif membeli 64 ton logam mulia pada September atau meningkat lebih dari tiga kali lipat dari bulan sebelumnya. Goldman Sachs memprediksi tren pembelian besar ini kemungkinan akan berlanjut hingga November 2025.
Pendorong Utama Kenaikan Harga Emas
Pembelian oleh bank sentral telah menjadi pendorong utama lonjakan harga emas selama tiga tahun terakhir. Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di atas US$ 4.380 (sekitar Rp 73,3 juta) per ounce pada Oktober 2025, sebelum mengalami sedikit koreksi dalam beberapa pekan terakhir ini.
Meskipun peran pembelian negara ini sangat signifikan terhadap harga emas, aktivitas ini seringkali diselimuti kerahasiaan karena banyak negara cenderung melaporkan jumlah pembelian di bawah angka sebenarnya (under-declare).
“Kami terus melihat peningkatan akumulasi emas oleh bank sentral sebagai tren multi-tahun, karena bank sentral mendiversifikasi cadangan mereka untuk melindungi risiko geopolitik dan keuangan,” ujar para analis dalam catatan yang dikutip Rabu.
Goldman Sachs mempertahankan asumsi pembelian rata-rata bulanan oleh bank sentral sebesar 80 ton hingga kuartal IV-2025 dan berlanjut hingga 2026.
Goldman Sachs masih memproyeksikan harga emas akan mencapai US$ 4.900 per ounce pada akhir tahun depan. Kenaikan ini didorong oleh berlanjutnya pembelian oleh bank sentral dan masuknya dana investor swasta seiring dengan kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) yang melonggar (easing).(Muh/*)
