Banghas

Catatan Seorang Pemuda

2688
×

Catatan Seorang Pemuda

Sebarkan artikel ini

Saya bergabung di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) setahun sebelum Tsunami melanda Aceh, melalui rekomendasi seorang senior setia Muhammad Kasem. Lelaki Keumala yang beristri seorang perempuan Tangse, yang kalau ditelusuri silsilah kami dengan isteri beliau berasal dari satu nenek buyut besar pendiri gampong tua Pulo Masjid.

Menjadi KNPI adalah keinginan besar setelah selesai kuliah dan selepas menjabat Ketua Umum HMI Cabang Kota Jantho Aceh Besar. Bagi pegiat pemuda, pencapaian duduk di KNPI adalah kasta tertinggi dalam berorganisasi.

Maka demikianlah, duduk pertama sekali di anggota pleno sebuah departemen. Ketua DPD KNPI Kota Banda Aceh saat itu Kanda Ihsanuddin MZ dan Sekretaris Sayuti M.Nur. Bang Ihsan, aktivis kampus yang sudah banyak makan asam-garam organisasi. Selama beliau memimpin, saya belajar banyak dari nya, dari manajemen kepemimpinan sampai perhatian pada pengurus di bawahnya.

Suatu hari di 2003, saya pernah naik mobil sedan tua bersama Bang Ihsan, kata-kata yang cukup memotivasi saya dari beliau kala itu adalah: “Tanyo aneuk muda potensi raya payang, tinggai ta peutubit sagai, dan bek tuwo lam organisasi penteng that loyalitas dan beu rela ta peulahe kader sebagai pelanjut tanyo,”.

Waktu terus berjalan, ketika pelaksanaan Musda KNPI Kota Banda Aceh selepas Bang Ihsan, saya mendapat kepercayaan menjadi Sekretaris DPD KNPI Kota Banda Aceh mendampingi Ketua terpilih Sabri Badruddin.

Penunjukkan saya sebagai Sekretaris juga unik karena tidak masuk dalam bursa sebelumnya. Saya mencatat banyak senior memberi dukungan penuh selain tentunya dianggap cocok oleh ketua terpilih dan ketua timses Khalid, dan tulisan ini terlalu singkat menyebut satu-persatu nama berjasa tersebut.

Dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI KNPI Banda Aceh (Sabtu 2/6/2012), di Asrama Haji, Banda Aceh, saya terpilih sebagai Ketua KNPI Kota Banda Aceh periode 2012-2015. Ketika itu, dukungan penuh lagi-lagi diberikan para senior. Di antara senior yang berdiri tegak mendukung adalah T Sulaiman Badai dan beberapa keluarga besar KNPI lainnya.

Dalam perjalanan waktu, tonggak kepemimpinan kami di Kota Banda Aceh adalah menghadirkan Gedung Pemuda KNPI Kota Banda Aceh. Perjuangan berat dari mencari lahan yang hampir digunakan untuk keperluan lain sampai memastikan ada anggaran di APBK Kota Banda Aceh.

Untuk gedung pemuda ini, berawal mula dari diskusi saya di akhir tahun 2012 dengan Kadis Pekerjaan Umum Kota Banda Aceh alm. Zahruddin yang juga Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Aceh. Saat itu saya menjabat salah seorang Kepala Seksi di dinas yang beliau pimpin. Kata-kata yang beliau sampaikan ketika pembahasan anggaran adalah, “Kiban Hasnanda, peu ta bangun gedung pemuda KNPI,”. Segera saja saya mengiyakan, dan dengan izin dan arahan beliau saya melakukan koordinasi cepat dengan berbagai pihak untuk memastikan lahan tersedia. Untuk desain gedung, saya dibantu penuh seorang pengurus KNPI yang juga staf di Dinas PU yaitu Bambang Anwar Sadat.

Semangat menjaga agar proses penyelesaian pembangunan gedung tidak terhenti terus mendapat dukungan senior dan kawan-kawan. Pembangunan gedung pemuda ini diselesaikan dalam dua tahun anggaran yang bersumber dari APBK Kota Banda Aceh.

Beberapa senior lain yang terus setia mendorong dan mendukung semangat kami memimpin antara lain, T Sulaiman Badai, Husen Banta, Qamaruzzaman Haqny, Syahrul Badruddin, Usamah ElMadny, Sabri Badruddin, Zahrol Fajri, Muhammad Kasem, Fakhrizal Murphy, Faisal Jamaluddin, Fadhlullah TM Daud, Asnawi, Muhammad Ben Umar dan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Di jajaran junior dan para sahabat yang selalu setia mendukung kepengurusan dan memastikan gedung pemuda ini selesai antara lain Muhammad Syarif, T Adriansyah Polem, Musriadi Aswad, Irwansyah, Munzir, Daniel Abdul Wahab, Mahdi Andela, Umar Banta Ali, Deni Setiawan, Juni Dasman, Tarmizi Sabena, Ammar Fuad, Safwan, Wirzaini Usman, Muhamad Dahlan, Munadi, Afdhal, Mustaqim, Ida Friatna, Roslina A Jalil, Maulisa Aisyah, Rahmi Maulidati, Fitri, Thesa Puspita Lestari, Zakiyah Drazat dan lain-lain.

Tekad kami bulat bahwa kantor KNPI harus berdiri di kawasan bersejarah bekas istana Kerajaan Aceh Darussalam. Letak strategis di samping Anjong Mon Mata tentunya menjadikan perhatian publik, hingga mulai banyak melirik wadah berhimpun OKP di Banda Aceh ini.

Gedung megah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banda Aceh yang beralamat di Jalan T Nyak Adam Kamil, Neusu Jaya, Banda Aceh, akhirnya diresmikan pada Jumat (29/1/2016), dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Illiza dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin, Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah serta Ketua KNPI Aceh Jamaluddin M Jamil.

Kepemimpinan kami bersama Munzir Cut Maly sebagai sekretaris dan Daniel Abdul Wahab sebagai bendahara serta teman-teman lainnya telah ikut menorehkan sedikit banyak gagasan dan aksi kepemudaan di Kota Banda Aceh. Ini tentu belum cukup dan akan terus dilanjutkan oleh generasi sesudah kami untuk Pemuda Banda Aceh lebih baik kedepan.

Saat ini, saya masih menjalankan amanah sebagai bendahara mendampingi Ketua KNPI Aceh Wahyu Saputra dan sekretaris Zulfan Efendi. Kepengurusan kami sejak 2017 segera akan berakhir di 2020 ini, namun spirit pemuda yang menyala sejak 2003 terus saya jaga agar suatu hari kita pernah terkenang menjadi orang-orang muda.

Dirgahayu Komite Nasional Pemuda Indonesia, 23 Juli 1973 – 2020.  (Hasnanda Putra)