posaceh.com, Kota Jantho – Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar mencatat cadangan pangan dalam bentuk gabah memasuki triwulan terakhir 2020 mencapai 80 ton yang disimpang di Gudang Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Darul Imarah.
“Pemerintah pusat kan mewajibkan kepada masing-masing pemerintah daerah untuk menyediakan cadangan pangan, jadi stok cadangan kita saat ini cukup aman, sehingga kami tidak terlalu khawatir,” kata Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Ir Fuadi Akhmad melalui Sekretaris Dinas T Zahlul Fitri SP MT, kepada Media Pos Aceh, Selasa (1/12/2020).
Cadangan pangan Aceh Besar yang disimpang di Gudang Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Darul Imarah.
Zahlul mengatakan, Ketersediaan pangan di Kabupaten Aceh Besar bisa mencapai kategori aman karena pada beberapa tahun terakhir ini hasil produksi panen di Aceh Besar selalu surplus, hal itu disebabkan hampir semua kecamatan merupakan produksi pangan walaupun hasil produksinya bervariasi.
Cadangan pangan sebanyak 80 ton tersebut diperuntukan membantu masyarakat dalam kondisi darurat, seperti, musibah bencana alam, stunting, daerah kerawanan pangan termasuk membantu masyarakat terdampak COVID-19. Namun demikian hingga saat ini cadangan pangan tersebut belum digunakan karena dari sisi regulasi belum ada ketegasan untuk peruntukan itu.
Gabah masa penyimpanan di lumbung dengan kadar air 14 persen sekitar enam bulan, setelah itu harus dilakukan renew atau dilakukan perbaharuan dengan gabah baru, namun dalam hal ini di Aceh Besar belum ada regulasi yang tegas untuk mengatur hal tersebut.
Salah satu cara dilakukan pergantian adalah dengan cara dilakukan operasi pasar, selain itu juga dengan operasi pasar membuat harga beras dipasaran menjadi lebih stabil. “Setelah itu agar cadangan pangan tetap tersedia, hasil dari operasi pasar itu, pemerintah membeli lagi gabah masyarakat dengan harga yang normal untuk disimpan sebagai cadangan pangan yang nanti akan digunakan sewaktu-waktu diperlukan,” ujar T Zahlul Fitri.
Lebih lanjut, Sekdis Pangan Aceh mengatakan, pengadaan gabah di CPP Aceh Besar yang bersumber dari anggaran pada dinas pangan Aceh Besar bertujuan untuk penyediaan stok cadangan pangan yang dapat dikeluarkan/ disalurkan aapabila terjadi bencana alam, gagal panen, kelaparan, konflik sosial, paceklik (musim kekurangan bahan makanan-red), atau kejadian luar biasa lainnya.
“Nanti kita akan distribusikan pasca terjadi bencana atau saat kembali ke desa setelah dari pengungsian ini yang kita intervensi dengan stok pangan di CPP,” katanya
Untuk itu, pada 2020 pihaknya akan memfokuskan kepada program cadangan pangan masyarakat sebagai pendamping kegiatan lumbung yang merupakan program pemerintah pusat.(Ismail)
