News

Buyung tak Kuatir Penghasilan Penambal Ban untuk Hidupi Keluarga

232
×

Buyung tak Kuatir Penghasilan Penambal Ban untuk Hidupi Keluarga

Sebarkan artikel ini
Buyung sedang menambal ban bocor di sudut belokan ruas Jalan T Angkasah, Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (20/1/2026). Foto : Sudirman Mansyur.

posaceh.com, Banda Aceh – Di tengah ramainya deru kendaraan di suatu sudut bengkolan ruas jalan pagi itu, Buyung baru memulai aktivitas kesehariannya membuka bengkel tambal ban.

Buyung selalu tekun dengan pekerjaannya sebagai penambal ban untuk memenuhi kebutuhkan keluarganya.

Tampilan selalu ceria dan ramah dengan semua orang yang berurusan soal ban dengannya, menggambarkan sosoknya yang tidak pernah kuatir dengan penghasilan sebagai tukang tambal ban untuk menghidupi anak dan istrinya.

“Alhamdulillah”, setiap hari adalah penghasilan dan cukuplah,” ujar Buyung yang disambangi posaceh.com di tempat ‘praktek’nya di sudut bengkolan ruas Jalan T Angkasah, Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (20/1/2026).

Ia mengaku penghasilan yang diperoleh cukuplah untuk memenuhi kebutuhan ia dan keluarganya.

Apalagi kenderaaan bermotor roda semakin bertambah dan ramai di kota, sehingga ia yakin tetap saja ada setiap menambal ban, ganti ban, isi angin dan perbaikan ringan.

Sebutnya, penghasilan yang diperolehnya dari tempel ban bocor, tempel ban turbles, ganti ban, isi angin dan perbaikan.

Katanya, tambal ban turbles yang bocor Rp 15 ribu satu lobang. “Kalau tambal ban turbles sepeda motor metik enak, sekali colok selesai. Kalau tempel ban dalam yang kenderaaan biasa, harus dimasak dulu, bongkar ban, banyak makan waktu,” ujarnya.

Sebutnya, di kota enak ban turbles ini, kalau bocor ada penambal. “Kalau bocor di jalan yang sepi di daratan tinggi, bisa buat susah, karena berat,” katanya.

Meski penambal ban dilakoninya untuk menghidupi keluarga, Namun Buyung dengan pekerjaannya itu secara tidak langsung telah membantu banyak orang yang tiba-tiba ban kendaraan kempes atau bocor dalam perjalanan.

Walaupun bayar, kalau tidak ada Bang Buyung yang buka tambal ban di sudut belokan itu, orang -orang pasti panik jika tiba-tiba ban bocor di kawasan tersebut, karena tidak tau tempel di mana.(Sudirman Mansyur).