Daerah

Bupati Tagore Dukung Program Blended Finance Model

17
×

Bupati Tagore Dukung Program Blended Finance Model

Sebarkan artikel ini
Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar menghadiri kick-off Program Blended Finance Model (BFM) Tahun 2026–2027 Provinsi Aceh di KUPS Karang Puting, Desa Bale Redelong, Kecamatan Bukit. FOTO/Prokopim Bener Meriah

posaceh.com, Redelong – Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar menghadiri kick-off Program Blended Finance Model (BFM) Tahun 2026–2027 Provinsi Aceh di KUPS Karang Puting, Desa Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan World Resources Institute (WRI) Indonesia tersebut turut dihadiri perwakilan BPDLH Kementerian Keuangan, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Aceh, serta perwakilan sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Dalam sambutannya, Bupati Tagore menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung Program BFM.

Menurutnya, program ini penting dalam membuka akses pembiayaan sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya alam dan potensi masyarakat secara produktif dan berkelanjutan.

“Bener Meriah memiliki potensi besar dalam pengembangan perhutanan sosial dan ekonomi berbasis sumber daya alam, terutama Kopi Arabika Gayo yang menjadi bagian penting dari perekonomian masyarakat,” ujar Tagore.

Ia menyebutkan, Program BFM yang melibatkan 19 KUPS di empat kabupaten/kota di Aceh dengan komoditas kopi Gayo agroforestry, madu trigona, MPTS agroforestry dan ekowisata, dapat menjadi model pengembangan ekonomi masyarakat yang selaras dengan kelestarian lingkungan serta mendukung target FOLU Net Sink 2030.

Tagore juga menyoroti perlunya penguatan kelembagaan, kepastian kawasan, kapasitas pengelolaan, teknologi, pembiayaan dan akses pasar bagi kelompok perhutanan sosial.

Selain itu, ia menyampaikan harapan agar proses usulan perubahan status kawasan hutan seluas sekitar 25.008 hektare yang diajukan Pemkab Bener Meriah kepada Menteri Kehutanan pada 2 April 2025 dapat berjalan secara jelas dan transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta memperhatikan kepentingan masyarakat.

Bupati berharap Program BFM tidak hanya membuka akses pembiayaan bagi KUPS, tetapi juga memperkuat ekosistem perhutanan sosial secara menyeluruh.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, saya menyambut baik dimulainya Program BFM Tahun 2026–2027 di Provinsi Aceh. Semoga program ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan serta tetap menjaga kelestarian lingkungan,” demikian Tagore.(Muh/*)