Daerah

Bupati Pidie Jaya Serahkan 14 Mesin Kapal untuk Nelayan Korban Banjir

63
×

Bupati Pidie Jaya Serahkan 14 Mesin Kapal untuk Nelayan Korban Banjir

Sebarkan artikel ini
Pemkab Pidie Jaya menyalurkan bantuan 14 unit mesin kapal berkapasitas di bawah 5 GT kepada nelayan. FOTO/Dok.Pemkab Pijay

posaceh.com, Meureudu – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyalurkan bantuan 14 unit mesin kapal berkapasitas di bawah 5 GT kepada nelayan yang mengalami kerusakan berat pada mesin kapal akibat bencana banjir hidrometeorologi.

Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, Sabtu (31/10/2026).

Bantuan ini ditujukan kepada nelayan yang terdampak bencana, khususnya mereka yang mengalami kerusakan berat pada mesin kapal sehingga kesulitan menjalankan aktivitas melaut.

Bupati Sibral Malasyi mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu nelayan memulihkan aktivitas ekonomi dan mata pencaharian mereka setelah bencana.

Pemkab Pidie Jaya menyalurkan bantuan 14 unit mesin kapal berkapasitas di bawah 5 GT kepada nelayan. FOTO/Dok.Pemkab Pijay

Menurutnya, mesin kapal merupakan salah satu kebutuhan utama nelayan untuk menunjang kegiatan penangkapan ikan.

Karena itu, dukungan sarana perikanan menjadi bagian penting dalam upaya memulihkan kehidupan masyarakat pesisir yang terdampak bencana.

Ia juga berharap 14 unit mesin kapal yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh para penerima sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, lanjutnya, terus mendorong percepatan pemulihan pascabencana melalui berbagai upaya, tidak hanya pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemulihan mata pencaharian masyarakat, termasuk sektor perikanan dan kelautan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, Fajri, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu nelayan kembali melaut dan meningkatkan produktivitas perikanan.

Dengan tersedianya mesin kapal pengganti, para nelayan diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas penangkapan ikan secara bertahap sehingga kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana dapat segera pulih.(Muh/*)