posaceh.com, Bireuen – Bupati Bireuen Ir H Mukhlis, ST meminta Kepala Puskesmas (Kapus) se-Kabupaten Bireuen untuk menempati rumah dinas yang telah disediakan oleh pemerintah. Tak hanya menempati Rumdis, Mukhlis juga perintahkan kepada dokter wajib siaga 24 jam di Puskesmas.
Hal itu disampaikan Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dalam arahannya saat memimpin rapat koordinasi dengan 20 kepala puskesmas se-Kabupaten Bireuen, di ruang zoom meeting Pendopo Bireuen, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, banyak masyarakat mengeluhkan di puskesmas tidak ada dokter jaga pada malam hari. “Saya sering menerima laporan masyarakat, di puskesmas pada malam hari tidak ada dokter yang jaga. Ini jangan sampai terjadi lagi,” kata Bupati Mukhlis tegas.
Lalu, orang nomor satu di Kabupaten Bireuen ini mengintruksikan supaya Kepala Puskesmas menempati rumah dinas yang telah disediakan untuk memudahkan mengawasi pelayanan.
“Sekarang kepala puskesmas harus tinggal di rumah dinas, walaupun tempatnya (rumah dinas) tidak sebesar rumah pribadi,” ujarnya.
Bupati Mukhlis juga mengingatkan dokter yang bertugas di Puskesmas. “Dokter harus siaga 24 jam di Puskesmas sesuai dengan jadwal piket. Kalau ada laporan masyarakat lagi di Puskesmas tidak ada dokter jaga, kepala puskesmas dan kepala dinas (Kadis Kesehatan) siap-siap dievaluasi kinerjanya,” tegas Bupati yang hobi berburu ini.
FOTO/ RIZANUR
Ia berharap, kualitas pelayanan di Puskesmas terus ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman pada saat berkunjung.
Kemudian, jika ada permasalahan, ia meminta kapus untuk melaporkan kepada Kadis Kesehatan. “Kalau ada permasalahan di Puskesmas, laporkan ke Pak Irwan (Kadis Kesehatan Bireuen), jangan sampai mengganggu pelayanan,” harapnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menerima laporan dan masukan dari sejumlah kapus. Permasalahan rata-rata puskesmas, kekurangan ambulance.
Menjawab persoalan itu, Bupati berjanji akan memenuhi kebutuhan ambulance pertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Untuk pengadaan mobil ambulance akan kita alokasikan anggaran pertahap. Kalau tidak tertampung dalam APBK murni, nanti pada anggaran perubahan (APBK-P) kita alokasikan,” janjinya.
Disampaikan juga, PT Takabeya Perkasa Grup menyediakan layanan ambulance gratis. Apabila Puskesmas butuh ambulance untuk mengantar pasien boleh menghubungi langsung driver.
“Di Takabeya ada tiga unit ambulance gratis. Supir dan minyak (BBM) sudah ditanggung Takabeya. Kalau Puskesmas butuh ambulance hubungi langsung supirnya,” kata Mukhlis.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr Irwan A Gani menyampaikan, kebutuhan dokter Puskesmas berdasarkan jumlah penduduk.
“Standar yang ditetapkan oleh BPJS, 5.000 penduduk satu orang dokter. Kalau dalam satu kecamatan ada penduduk 20 ribu jiwa, maka dokternya empat orang, tidak boleh kurang. Jika kurang akan berdampak pada pendapatan Puskesmas dari dana JKN,” jelasnya.
Ia juga melaporkan, tiga puskesmas di jajarannya akan berakhir izin operasional, yaitu, Puskesmas Gandapura, Puskesmas Jeumpa dan Puskesmas Peudada.
“Puskesmas yang tidak ada izin operasional dilarang beroperasi. Untuk memperpanjang izin operasional sekarang harus ada Sertifikat Layak Fungsi,” ungkapnya.
Pemerintah pusat, tambah Irwan, mendorong puskesmas ditingkatkan statusnya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Saat ini, delapan dari 20 puskesmas kita sudah siap menjadi BLUD,” pungkasnya.
Rapat koordinasi itu dihadiri Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi MT, Asisten Pemerintahan Setdakab Bireuen, Mulyadi, SH MM dan Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Minar Mushari, SpS. (Rizal)
