Daerah

Bupati Mawardi Ali Lepas Air, Awali Musim Tanam Gadu Serentak Aceh Besar

1885
×

Bupati Mawardi Ali Lepas Air, Awali Musim Tanam Gadu Serentak Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
FOTO/ ISMAIL PHONNA Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali bersama Kodim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis SIP melepas penutup pintu air Bendungan Seuneubok, Seulimueum mengawali Musim Taman (MT) Gadu di Aceh Besar, Minggu (26/4/2020)

POSACEH.COM, KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali bersama Kodim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis SIP launching pelepasan air mengawali Musim Taman (MT) Gadu (tanam padi di musim kemarau-red) tahun 2020 di pintu air Seuneubok kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Minggu (26/4/2020).

 

Pada kesempatan itu, Bupati Mawardi Ali mengatakan, dampak wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya berimbas pada sektor kesehatan, juga terhadap sosial dan ekonomi. Untuk itu, ketahanan pangan harus diperkuat di Aceh Besar, salah satunya melalui tanam padi musim gadu.

 

“Kita tidak tahu bagaimana kedepan wabah Corona ini. Kita berharap ketahanan pangan di Aceh Besar tetap kuat di tengah Pandemi tersebut,” ujarnya.

Foto Bersama Bupati Aceh Besar ir Mawardi Ali dan Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis bersama penyuluh pertanian

Pelepasan air merupakan tanda sudah mulainya turun ke sawah yang menjadi kegiatan penting di setiap musim tanam. “Biasanya di Aceh Besar sebelum pelepasan air, adanya kegiatan gotong royong, khenduri blang, namun di tengah pandemi ini, semua kegiatan keramaian ditiadakan,” tutur Mawardi Ali.

 

Menurut Bupati Aceh Besar, tanam padi musim gadu direkomendasikan izinnya pada lahan yang teraliri air irigasi dengan luas lahan 3.124hektar. “Ini wilayah yang cukup luas Irigasi Krueng Aceh mulai dari Seulimum sampai dengan Darussalam, sedangkan irigasi Krueng Jreu dari Indrapuri sampai Kecamatan Simpang Tiga,” katanya.

 

Mawardi Ali menerangkan Pemkab Aceh Besar bekerjasama dengan Kodim 0101/BS pada musim tanam Gadu serentak menggratiskan biaya pengolahan tanah dan bibit dengan harapan turun sawah kali ini bisa serentak.

 

“Dengan masa tanam serentak ini, kita berharap bisa sukses dimusim tanam tahun ini. Hasilnya juga untuk masyarakat sendiri, dimana petani memiliki stok bahan pangan apalagi di tengah pandemi Corona,” harap Mawardi Ali.

 

Sementara itu, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis SIP mengatakan pihaknya telah menginventarisir semua alat mesin pertanian, baik milik Pemkab Aceh Besar dan juga telah berkoordinasi dengan Propinsi untuk dipinjam, termasuk menghimbau kepada masyarkat yang memiliki mesin pertanian baik hibah pemerintah maupun milik swasta yang selama ini mungkin ada mendapatkan keuntungan dari petani, kita harap masa pandemi ini untuk berkontribusi juga.

 

Ia mengakui nilai yang diberikan pemerintah itu tidak sama dengan nilai yang selama ini diterima yakni Rp 1,2 juta/ ha tetapi harga Rp 800 ribu. Harga untuk operasional, ongkos operator semua cukup. “Kita targetkan pembajakan sawah ini selesai dalam waktu 15 hari sesuai dengan waktu yang diberikan oleh Bapak Bupati Aceh Besar,” pungkas Dandim 0101/BS.

 

Usai launching, Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali bersama Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis SIP dan para pejabat terkait langsung melepas tombol penutup bendungan sebagai tanda memulai tanam padi musim gadu.

 

Selain Bupati Aceh Besar dan Dandim 0101/BS juga ikut hadir Anggota DPRK Aceh Besar, Mursalin, para kepala OPD di jajaran Pemkab Aceh Besar, Muspika Seulimuem, kelompok tani, unsur TNI-Polri, penyuluh pertanian dan elemen terkait lainnya.(Ismail)