Daerah

Bupati Luncurkan Kebun Induk Kakao, Aceh Tenggara Perkuat Posisi sebagai Sentra Kakao Unggulan

26
Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, didampingi unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Swisscontact, PT Kudeungoe Sugata Indonesia, dan para petani kakao membuka selubung saat peluncuran, Kebun Induk Kakao, Kutacane, Minggu (19/7/2026). FOTO/ ILYAS

posaceh.com, Kutacane – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus memperkuat pengembangan sektor pertanian melalui komoditas kakao sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Kebun Induk Kakao yang diharapkan menjadi pusat penyediaan bibit unggul sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao petani.

Peluncuran Kebun Induk Kakao, Minggu (19/7/2026), dihadiri Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Swisscontact, PT Kudeungoe Sugata Indonesia, dan para petani kakao.

Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry mengatakan keberadaan kebun induk menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan kakao yang selama ini menjadi komoditas unggulan daerah.

“Kami bersyukur Kebun Induk Kakao dapat diluncurkan. Semoga keberadaannya mampu mendorong perkembangan kakao Aceh Tenggara semakin pesat,” ujar Salim Fakhry.

Menurutnya, kualitas kakao Aceh Tenggara kini semakin mendapat pengakuan. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan biji kakao fermentasi yang diproduksi PT Kudeungoe Sugata Indonesia masuk dalam Top 50 Cacao of Excellence 2025, ajang bergengsi yang menilai kualitas kakao terbaik dunia.

Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, menyampaikan sambutan saat peluncuran, Kebun Induk Kakao, di Kutacane, Minggu (19/7/2026). FOTO/ ILYAS

Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing kakao daerah. Bupati juga mengapresiasi Swisscontact, PT Kudeungoe Sugata Indonesia, serta para petani yang telah berperan dalam meningkatkan kualitas produksi hingga mampu bersaing di pasar internasional.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar sektor kakao tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

“Kami optimistis, dalam dua hingga tiga tahun ke depan prestasi kakao Aceh Tenggara akan terus meningkat di tingkat nasional maupun internasional,” kata Bupati.

Direktur Operasional PT Kudeungoe Sugata Indonesia, Mirza menjelaskan Kebun Induk Kakao dibangun sebagai sumber benih unggul bagi petani dan penangkar bibit. Kebun seluas sekitar dua hektare itu ditanami klon unggul seperti RHS-1, BB-01, dan MCC-02. Sebanyak 1,5 hektare difungsikan sebagai kebun induk, sedangkan 0,5 hektare menjadi kebun entres sebagai sumber bahan perbanyakan bibit.

Menurut Mirza, keberadaan kebun induk akan memudahkan petani memperoleh bibit berkualitas sehingga produktivitas dan mutu kakao terus meningkat. Di kawasan tersebut juga ditanam kacang koru sebagai tanaman sela yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani sambil menunggu tanaman kakao memasuki masa produksi.

Tingginya antusiasme petani, diakui menjadi alasan utama pembangunan kebun induk. Bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, pihaknya berkomitmen menjadikan daerah ini sebagai pusat penyedia benih kakao unggul. Saat ini proses sertifikasi terus dilakukan agar kebun induk dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dan penangkar bibit.

Peluncuran Kebun Induk Kakao menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pembangunan, dan petani, pengembangan kakao diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas akses pasar, membuka peluang usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Ilyas)

Exit mobile version