posaceh.com, Banda Aceh – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi, menegaskan pentingnya pengawalan serius terhadap revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) di tingkat DPR RI.
“Revisi UUPA merupakan hal yang sangat krusial. Kita tidak boleh lengah, karena UUPA adalah payung hukum yang menyangkut langsung hak-hak dan kewenangan Aceh. Oleh karena itu, pengawalannya di DPR RI sangat penting agar tidak ada yang tergerus,” tegas Iskandar, dalam Rapat Kerja Bupati/Wali Kota se-Aceh yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (8/9/2025).
Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti perihal pembangunan dapur masyarakat bergizi (MBG) yang menurutnya kerap tidak dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Kondisi tersebut membuat pihak daerah tidak mengetahui keberadaan dapur MBG yang dibangun di wilayahnya, kecuali setelah diundang pada acara peresmian.
“Pembangunan dapur MBG seringkali tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah. Kami baru tahu setelah diundang untuk launching. Ke depan, kami berharap setiap pembangunan dapur MBG dapat dikoordinasikan lebih dulu agar terdata dengan baik, baik jumlah yang sedang dibangun maupun yang sudah selesai,” jelasnya.
Selain itu, Bupati Aceh Timur juga menyoroti soal program Koperasi Merah Putih yang hingga kini belum jelas kapan mulai beroperasi. Menurutnya, kepastian tersebut penting agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
“Terkait Koperasi Merah Putih, kami meminta agar diperjelas kapan bisa mulai berjalan. Jangan sampai program yang seharusnya bermanfaat besar bagi masyarakat justru terhambat di tahap awal,” ujarnya.
Iskandar juga menyampaikan harapan besar terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh Timur. Ia menilai, program tersebut sangat mendesak karena tingginya angka keluarga miskin di daerahnya yang membutuhkan akses pendidikan murah dan berkualitas.
“Sekolah Rakyat ini sangat penting untuk segera diwujudkan di Aceh Timur. Banyak keluarga miskin yang membutuhkan pendidikan bagi anak-anak mereka. Kehadiran sekolah rakyat akan menjadi solusi nyata bagi persoalan pendidikan dasar masyarakat kurang mampu,” tutup Iskandar.(Why)











