posaceh.com, Banda Aceh – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dr Musriadi Aswad SPd MPd menyerukan penguatan pembinaan sepakbola sejak usia dini sebagai fondasi untuk melahirkan generasi emas pesepakbola Banda Aceh. Ia menilai, sepakbola usia dini bukan sekadar tempat anak-anak mengejar kemenangan, tetapi menjadi arena awal untuk membentuk mental, karakter dan kedisiplinan calon atlet masa depan.
“Pembinaan sepakbola harus dimulai sejak usia dini. Dari sinilah kita membangun fondasi untuk melahirkan bibit-bibit unggul pesepakbola Banda Aceh,” kata Musriadi, saat membuka Turnamen Sepakbola U-10 dan U-12 Piala Wali Kota Banda Aceh 2026, di Lapangan Sepakbola IMKA (Ie Masen Kayee Adang), Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).
Musriadi menegaskan, ukuran keberhasilan turnamen tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang mengangkat trofi. Menurutnya, proses pembinaan dan nilai-nilai yang diperoleh anak selama berkompetisi jauh lebih penting untuk masa depan mereka.
“Kita tidak hanya mengejar gelar juara. Yang kita bangun adalah karakter, kedisiplinan, sikap sportif dan mental bertanding anak-anak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam perjalanan pembinaan atlet muda. Dukungan keluarga, kata Musriadi, menjadi indikator penting bagi anak untuk konsisten berlatih, mengikuti kompetisi dan menghadapi berbagai tantangan dalam olahraga.
“Dukungan orang tua sangat penting. Anak-anak ini membutuhkan motivasi dan pendampingan agar mereka terus berkembang dan tidak mudah menyerah,” tutur politisi muda Fraksi PAN itu.
Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRK Musriadi menilai pembangunan generasi emas harus menjadi bagian dari keberhasilan pemerintah. Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menciptakan generasi muda yang memiliki prestasi sekaligus karakter kuat.
“Kesuksesan pemerintah juga dilihat dari bagaimana kita menciptakan generasi emas yang berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga, serta memiliki karakter,” tegasnya.
Ia berharap, turnamen tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi menjadi bagian dari mata rantai pembinaan sepakbola Banda Aceh yang berkesinambungan.
“Semoga dari turnamen ini lahir pemain-pemain terbaik yang nantinya menjadi kekuatan sepakbola Banda Aceh,” harap Musriadi.(Why)
