Daerah

Buka Kegiatan Eksistensi Ulama, Pj Wali Kota Banda Aceh Harap Lahirnya Konsep Pembangunan Syariah

1908
×

Buka Kegiatan Eksistensi Ulama, Pj Wali Kota Banda Aceh Harap Lahirnya Konsep Pembangunan Syariah

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Banda Aceh H Bakri Siddiq SE MSi foto bersama pengurus MPU Banda Aceh usai membuka Kegiatan Eksistensi Peran Ulama dalam Pembangunan Daerah Tahun 2022 di Balee Keurukon, Balai Kota Banda Aceh, Selasa (15/11/2022). FOTO/ PROKOPIM PEMKO BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Pj Wali Kota Banda Aceh H Bakri Siddiq SE MSi membuka secara resmi Kegiatan Eksistensi Peran Ulama dalam Pembangunan Daerah Tahun 2022 di Balee Keurukon, Balai Kota Banda Aceh, Selasa (15/11/2022).

Kegiatan yang mengangkat tema “Konsep Pembanguan dalam Perspektif Syariah” ini dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh Damanhuri Basyir beserta anggota, Kepala Dinas Syariat Islam Ridwan, dan sejumlah peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada MPU Banda Aceh atas inisiasinya menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut.
“Dengan dilaksanakan kegiatan ini, setidaknya kita dapat menemukan kembali kesadaran kita tentang arti pentingnya ulama dalam laju pembangunan di Kota Banda Aceh,” kata Bakri Siddiq.

Ia juga menyampaikan eksistensi ulama di Aceh memiliki beberapa keistimewaan yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.
“Keberadaan MPU sangat penting, dimana sosok ulama merupakan pengayom umat, sehingga keberadaan ulama diperlukan untuk memberikan nasehat dan fatwa serta sangat penting dalam menjalankan pemerintahan,” katanya.

Bakri Siddiq pun berharap kegiatan ini dapat melahirkan suatu konsep pembangunan syariah yang komprehensif, memuat nilai-nilai Islam yang dapat menghadapi semangat perubahan zaman.
“Kita berharap, agar para ulama di Kota Banda Aceh dapat terus memberikan sumbangsihnya bagi pembangunan kota yang lebih baik dan terus bersinergi dengan pemerintah demi pembangun yang bernafaskan syariat,” harapnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Kota Banda Aceh Prof. DR. Tgk. H. Damanhuri Basyir, M.Ag mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk mewujudkan visi misi Kota Banda Aceh sebagai Kota Syariat Islam.

Abu Tgk Damanhuri mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta dari pemangku kepentingan di Kota Banda Aceh.

“Peserta merupakan pemangku kepentingan di Kota Banda Aceh sehingga ada 40 peserta yang diundang meliputi para kepala dinas, para camat dan lain-lain,” katanya.
Abu Tgk Damanhuri berharap kegiatan eksistensi tersebut mendapatkan salah satu maklumat bagaimana membangun Kota Banda Aceh sebagai kota syariat islam dari semua sisi. (Fajar/Rel)