posaceh.com, Kota Jantho – Setelah lama tidak terlihat, para pedagang buah keranji yang mulai langka itu kini mulai kembali dijual di sepanjang jalan Banda Aceh-Meulaboh, tepatnya di kawasan Keude Bieng, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (7/9/2024).
Seorang pedagang, Sintia mengungkapkan, dirinya sudah sebulan kembali menjajakan buah asam yang unik ini. “Alhamdulillah, udah satu bulan saya berjualan lagi buah keranji,” katanya.
Menurutnya, buah Keranji yang dikenal di Aceh dengan sebutan Ceuradih, merupakan buah langka yang hanya tumbuh di daerah tropis seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Dalam bahasa Inggris, buah ini disebut velvet tamarind, merujuk pada tekstur buahnya yang lembut seperti beludru cokelat. Rasanya sendiri mirip dengan asam jawa, namun lebih manis dan bertekstur lebih kering.
“Kalau dibandingkan dengan asam jawa, asam Keranji lebih manis, isinya lebih lembut, dan teksturnya kering,” jelas Sintia.
Lebih lanjut, Sintia mengatakan, buah Keranji yang dijual Sintia seharga Rp 10.000 per ikat memang tergolong kecil, namun peminatnya cukup banyak karena rasanya yang enak dan berbeda dari buah asam lainnya. Menurut Sintia, buah ini sulit ditemukan karena pohonnya yang tinggi, mencapai lebih dari 30 meter, membuat proses pemanenannya berisiko.
“Penjual buah Keranji setau saya hanya ada di daerah Lhoknga, karena meskipun ada di tempat lain, orang mungkin enggan memanennya karena tingginya pohon,” tambahnya.
Sintia mengungkapkan bahwa dirinya berjualan setiap hari dengan jadwal yang terbagi. Pada hari Senin hingga Jumat, ibunya yang berjualan dari pukul 08.30 hingga 14.00 WIB, sedangkan Sintia sendiri melanjutkan dari pukul 14.00 hingga 18.30 WIB. “Kalau hari Sabtu dan Minggu, saya yang berjualan seharian penuh,” tambahnya.
Sementara itu, Syahri, seorang pemanen buah Keranji, menjelaskan bahwa harga buah keranji di Lhoknga dijual sekitar Rp 10.000 per ikat. Proses memanen buah ini cukup menantang karena pohonnya tumbuh di pegunungan dan harus dipanjat.
“Mereka beli dari saya per karung seharga satu juta rupiah sekarang, sesuai dengan resiko untuk mendapatkannya. Mereka jual satu ikat Rp 10.000,” jelas Syahri.
Buah Keranji yang langka ini memang memiliki nilai jual yang cukup tinggi, terutama karena kesulitan dalam proses pemanenannya yang beresiko. Meski begitu, para pedagang seperti Sintia tetap antusias menjual buah ini karena permintaan yang cukup tinggi di kalangan masyarakat.(Ilham Ramadani)
