posaceh.com, Jakarta – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan melepaskan tembakan ke arah kapal kontainer di Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026). Serangan ini menyebabkan kerusakan pada kapal, sekaligus memperburuk situasi keamanan di kawasan yang menjadi jalur utama distribusi energi global tersebut.
Dilansir The Associated Press, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris menyatakan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 07.55 pagi waktu setempat di selat tersebut dan secara spesifik menargetkan kapal kontainer.
Menurut UKMTO, kapal cepat milik Garda Revolusi Iran tidak memberikan peringatan atau komunikasi awal sebelum melepaskan tembakan.
Meski demikian, laporan awal menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, serta tidak ditemukan dampak lingkungan akibat serangan itu.
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan pengakuan resmi terkait insiden penembakan tersebut.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah eskalasi militer lain di kawasan. Sebelumnya, militer Amerika Serikat menyita sebuah kapal kontainer berbendera Iran setelah menembakinya pada akhir pekan lalu. Selain itu, pasukan AS juga dilaporkan menaiki sebuah kapal tanker yang terkait dengan perdagangan minyak Iran di Samudra Hindia.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum masa gencatan senjata sebelumnya berakhir, demi memberi ruang bagi kelanjutan perundingan damai antara kedua negara.
Dalam pernyataan di media sosial, Trump menyebut langkah tersebut diambil setelah adanya permintaan dari Pakistan, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi.
“Saya telah menyetujui permintaan Pakistan ‘untuk menahan serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun sebuah proposal yang terpadu,’” kata Trump.(Muh/*)











