Pemkab Aceh Besar

BPS Bersama Pemkab Aceh Besar Perkuat Tata Kelola Data Lewat FGD PST dan Pendampingan EPSS

29
×

BPS Bersama Pemkab Aceh Besar Perkuat Tata Kelola Data Lewat FGD PST dan Pendampingan EPSS

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Kepala BPS Aceh Besar Rudi Hermanto (tengah) bersama perwakilan lintas instansi mengikuti Focus Group Discussion (FGD) serta sosialisasi Standar Pelayanan Statistik Terpadu (PST) dan pendampingan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) di Kantor BPS Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (28/4/2026). FOTO/ ROJA

posaceh.com, Kota Jantho — Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Besar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus mendorong penguatan kualitas dan tata kelola data daerah melalui Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi Standar Pelayanan Statistik Terpadu (PST), serta pendampingan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS), Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPS Aceh Besar, Kota Jantho ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesamaan persepsi sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi guna mewujudkan statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Forum tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bappeda Aceh Besar, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Komunikasi dan Informatika, Baitul Mal Aceh Besar, akademisi ISBI Aceh, hingga unsur masyarakat sipil seperti GERAK Aceh Besar.

Dalam forum ini, peserta mendapatkan pemaparan terkait standar pelayanan PST, mekanisme permintaan dan konsultasi data, serta pendampingan teknis EPSS sebagai instrumen evaluasi kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala BPS Aceh Besar Rudi Hermanto dan peserta FGD memperlihatkan pakta komitmen sebagai bentuk keseriusan bersama dalam memperkuat sistem statistik daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan, di Kantor BPS Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (28/4/2026). FOTO/ ROJA

Kepala BPS Aceh Besar, Rudi Hermanto, menegaskan bahwa kualitas data menjadi fondasi utama dalam mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

“Data yang akurat menjadi dasar dalam menghasilkan informasi yang dapat dipercaya. Tanpa dukungan data yang berkualitas, kebijakan berpotensi tidak tepat sasaran. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kualitas statistik,” ujarnya.

Ia juga menekankan komitmen BPS dalam meningkatkan kualitas layanan statistik publik melalui implementasi PST sebagai pintu utama pelayanan data.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan statistik yang mudah diakses, cepat, dan transparan. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bentuk jaminan mutu layanan, BPS turut menyampaikan maklumat pelayanan kepada seluruh peserta forum.Rudi berharap sinergi antarinstansi yang terbangun melalui forum ini dapat terus diperkuat.

“Kami berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid dalam mewujudkan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung pembangunan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Suasana FGD memperlihatkan pakta komitmen sebagai bentuk keseriusan bersama dalam memperkuat sistem statistik daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan, di Kantor BPS Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (28/4/2026). FOTO/ ROJA

Sementara itu, perwakilan Bappeda Aceh Besar, Susi, menilai inovasi layanan digital yang dikembangkan BPS merupakan langkah progresif dalam mendukung pengelolaan data daerah.

“Fitur one sign access menjadi evolusi layanan yang memudahkan akses data secara lebih rinci. Jika dimanfaatkan optimal, data yang tersaji secara berkelanjutan dapat menjadi acuan strategis dalam memetakan kondisi pembangunan daerah,” ujarnya.

Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Besar Irwansyah SH juga menyoroti pentingnya penyajian data yang lebih detail, khususnya di sektor ketenagakerjaan.

“Kemudahan akses data dari BPS sangat membantu berbagai kebutuhan, baik untuk penelitian maupun perumusan kebijakan. Ke depan, kami berharap data pengangguran dapat disajikan lebih rinci agar program pemerintah lebih tepat sasaran,” katanya.

Sebagai penutup, seluruh peserta FGD menandatangani pakta komitmen sebagai bentuk keseriusan bersama dalam memperkuat sistem statistik daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan.(Zul)