Nasional

BPKS Perkuat Posisi Sabang sebagai Gerbang Maritim IMT-GT

39
×

BPKS Perkuat Posisi Sabang sebagai Gerbang Maritim IMT-GT

Sebarkan artikel ini
Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen memaparkan materi saat menjadi narasumber dalam sesi bertajuk “Sabang FTZ: A Strategic Maritime Gateway for IMT-GT Trade, Logistics, Tourism and Investment," di Medan, Rabu (9/9/2026). FOTO/ DOK BPKS

posaceh.com, Medan – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) memperkuat posisi Kawasan Sabang sebagai gerbang maritim Indonesia dalam kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Upaya tersebut dilakukan melalui keikutsertaan BPKS dalam IMT-GT Business Forum 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Forum tersebut merupakan salah satu side event resmi rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri dan Gubernur IMT-GT (CMGF) ke-23 serta Pertemuan Menteri IMT-GT ke-32. Kegiatan itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha dan calon investor dari tiga negara anggota IMT-GT.

Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam sesi bertajuk “Sabang FTZ: A Strategic Maritime Gateway for IMT-GT Trade, Logistics, Tourism and Investment.”

Dalam pemaparannya, Iskandar menegaskan posisi geografis Sabang di ujung barat kawasan IMT-GT serta statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) dan Free Port menjadi modal strategis untuk mengembangkan perdagangan, logistik, pariwisata dan investasi lintas negara.

“Sabang memiliki posisi geografis yang sangat strategis di kawasan IMT-GT. Dengan status Free Trade Zone dan Free Port, Sabang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai simpul konektivitas maritim yang menghubungkan perdagangan, logistik, investasi dan pariwisata antara Indonesia, Malaysia dan Thailand,” ujar Iskandar.

Ia mengatakan, sejumlah potensi strategis Kawasan Sabang ditawarkan dalam forum tersebut, mulai dari investasi, konektivitas logistik dan perdagangan internasional, pengembangan industri maritim hingga penguatan ekosistem wisata bahari.

Salah satu peluang yang mendapat perhatian yakni pengembangan konektivitas wisata bahari Sabang-Phuket-Langkawi (SAPHULA). Konektivitas tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung pergerakan kapal wisata, yacht maupun kapal pesiar atau cruise di kawasan.

Menurut Iskandar, penguatan konektivitas Sabang dengan destinasi maritim di Malaysia dan Thailand tidak hanya berdampak terhadap sektor pariwisata, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan perdagangan, jasa, logistik, transportasi dan investasi.

“Kami ingin Sabang tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan strategis untuk perdagangan, logistik, industri maritim dan investasi. Konektivitas kawasan harus kita manfaatkan menjadi konektivitas ekonomi,” tegasnya.

Iskandar menyatakan, keikutsertaan BPKS dalam IMT-GT Business Forum 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Sabang dalam implementasi IMT-GT Blueprint 2027-2031.

“Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Sabang dalam implementasi IMT-GT Blueprint 2027-2031 serta mendorong konektivitas ekonomi kawasan,” pungkas Iskandar.

Forum tersebut juga menjadi momen bagi BPKS untuk memperluas jejaring kerja sama serta membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha dan investor dari Indonesia, Malaysia dan Thailand.

BPKS berharap berbagai potensi yang dimiliki Kawasan Sabang dapat diterjemahkan menjadi peluang ekonomi konkret yang berdampak terhadap masyarakat dan perekonomian Aceh.

IMT-GT Business Forum 2026 dilaksanakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh bekerja sama dengan Sekretariat IMT-GT (CIMT) dan DPMPTSP Sumatera Utara.(Rizal)