posaceh.com, Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh memberikan sosialisasi terkait Desa Tangguh Bencana (Destana) bagi Relawan Penanggulangan Bencana (R-PB) Kecamatan Jaya Baru, Kamis (16/9/2021).
Kalaksa BPBD Rizal Abdillah yang diwakili Meri Kasihani, S.Sos mengatakan, bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam atau nonalam maupun manusia yang mengakibatkan korban jiwa, serta bencana dapat datang kapan dan dimana saja, oleh karenanya sebagai warga yang peduli bencana harus siap siaga.
“Kapan saja dan dimana saja bencana bisa datang, baik faktor alam, non alam atau disebabkan oleh manusia, itu sebabnya hari ini kita membekali para relawan penanggulangan bencana untuk menekan angka kerugian yang diakibatkan bencana tersebut,” katanya.
Kasihani juga menjelaskan, gempa bumi dan Tsunami yang memporak porandakan Aceh khususnya Kota Banda Aceh 16 tahun silam merupakan bukti kurangnya pengetahuan warga akibat gempa bumi.
“Sekitar dua ratusan ribu masyarakat menjadi korban begitu juga harta benda yang tak terhitung nilainya lenyap dihempaskan oleh Tsunami akibat kekurangan pengetahuan kita semua terhadap bencana, dengan sosialisasi ini kita harapkan warga paham dan dapat mengambil keputusan saat bencana, sehingga mengurangi resiko akibat bencana,” jelasnya.
Menurutnya, Tsunami menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk memahami resiko bencana, dengan demikian menurutnya melalui sosialisasi Destana diharapkan mampu mengurangi resiko bencana dan bermanfaat bagi relawan penanggulangan bencana disetiap gampong untuk mengambil langkah cepat dalam menyelamatkan dan mengurangi resiko bencana.
“Kita harapkan relawan penanggulangan bencana sebagai garda terdepan dapat mengambil keputusan segera sehingga mampu menekan resiko bencana di setiap gampong,” pintanya.
Selain itu, Kasihani mengharapkan partisipasi perangkat gampong dalam program ini, karena perangkat gampong sebagai pemegang kebijakan dalam berbagai hal di gampong nya.
“Perangkat gampong mempunyai tanggung jawab dalam berbagai hal, maka kami harapkan perangkat gampong turut aktif dalam mendukung program Destana,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Banda Aceh, Sabri, S.Sos kepada media ini mengatakan, tujuan kegiatan ini memberikan panduan dan informasi bagi masyarakat gampong di Kota Banda Aceh untuk membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
“Sosialisasi Destana merupakan satu upaya pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat guna mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai Kota Gemilang tangguh bencana,” ujarnya.
Selain itu, Sabri menegaskan kegiatan ini juga untuk meningkatkan kesadaran warga Kota Banda Aceh untuk menjadikan isu pengurangan resiko bencana sebagai program yang tidak terpisahkan dalam program pembangunan gampong.
“Program pengurangan bencana harus menjadi bagian program pembangunan gampong, tidak boleh dikesampingkan atau bahkan diabaikan, pembangunan gampong harus mencakup aspek kebencanaan, agar angka kerugian akibat bencana bisa ditekan,” tegasnya.
Diakhir wawancara, Sabri berharap program Destana ini dapat meningkatkan budaya siap siaga dan pengarusutamaan budaya pengurangan resiko bencana.
“Sekali lagi saya tegaskan warga harus memiliki budaya siap siaga kebencanaan, jika sudah menjadi budaya, semua warga mampu menerapkan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dengan demikian resiko bencana dapat kita kurangi dan tanggulangi bersama,” pungkas Sabri.(Muiz)











