Pemko Banda Aceh

BNN Kota Banda Aceh Catat Peningkatan Capaian P4GN Sepanjang 2025

264
Kepala BNNK Banda Aceh, Kombes Pol Zahrul Bawadi SH MM, memaparkan capaian kinerja BNNK Banda Aceh sepanjang 2025, pada konferensi pers akhir tahun, di Aula Kantor BNNK Banda Aceh, Selasa (31/12/2025). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Banda Aceh — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh mencatat peningkatan signifikan pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sepanjang tahun 2025, ditandai dengan naiknya jumlah kegiatan pencegahan, layanan rehabilitasi, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya mewujudkan Banda Aceh Bersinar atau bersih dari narkoba.

Kepala BNN Kota Banda Aceh, Kombes Pol Zahrul Bawadi SH MM menyampaikan, seluruh program BNN sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, khususnya poin ketujuh tentang penguatan reformasi hukum serta pencegahan dan pemberantasan narkoba.
“Perang melawan narkoba adalah perang kemanusiaan. Karena itu, BNN Kota Banda Aceh terus mendorong sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Zahrul pada konferensi pers akhir tahun, di Aula Kantor BNNK Banda Aceh, Selasa (31/12/2025).

Menurutnya, di bidang pencegahan, BNN Kota Banda Aceh melaksanakan 102 kegiatan diseminasi informasi P4GN dengan melibatkan 17.748 peserta, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2024. Hingga akhir 2025, jumlah Gampong Bersinar di Kota Banda Aceh mencapai 22 gampong, disertai penguatan ketahanan keluarga melalui intervensi terhadap 20 keluarga atau meningkat 100 persen dari tahun sebelumnya.
“Selain itu, kita juga membentuk relawan dan penggiat anti narkoba, Sekolah Bersinar, serta menjalankan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di sejumlah sekolah,” terang Kepala BNNK Banda Aceh yang didampingi oleh Katim Pemberantasan Ridha Firdaus SH, Katim Pencegahan Muhammad Taufan SIKom, dan Katim Pemberdayaan Masyarakat Lukmanul Hakim SIKom.

Pada aspek pemberdayaan masyarakat, BNN Kota Banda Aceh melaksanakan tes urine terhadap 200 orang, membentuk 50 penggiat anti narkoba, serta mengembangkan inovasi pelatihan keterampilan dan vokasional bagi masyarakat dan mantan penyalahguna narkotika bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Sementara itu, layanan rehabilitasi menunjukkan peningkatan tajam. Sepanjang 2025, BNN Kota Banda Aceh memberikan layanan rawat jalan kepada 16 klien, meningkat 60 persen dibandingkan tahun 2024. Layanan pascarehabilitasi meningkat menjadi 30 klien, atau naik 200 persen. BNN juga melayani 158 penerbitan surat keterangan hasil pemeriksaan narkoba, 130 layanan masyarakat melalui gerai Mal Pelayanan Publik, serta menjangkau 1.816 orang melalui program inovatif MOTRET.

Di bidang pemberantasan, capaian asesmen terpadu (TAT) tahun 2025 melampaui target dengan 22 klien, meningkat signifikan dibandingkan tiga klien pada tahun sebelumnya. Selain itu, BNN Kota Banda Aceh memperkuat sinergi melalui 13 perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah, institusi pendidikan, gampong, dan fasilitas kesehatan.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi dan partisipasi masyarakat sangat menentukan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan inovasi untuk mewujudkan Banda Aceh yang benar-benar bersih dari narkoba,” pungkas Zahrul Bawadi.(Why)

Exit mobile version