posaceh.com, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sebanyak 11 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Aceh pada 26 April 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Muhammad Niza Andria, dalam laporan yang diterima RRI, menyebutkan pemantauan dilakukan sejak pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.
“Dari hasil pantauan Sensor MODIS dari Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP serta NOAA20/VIIRS, terpantau ada 11 titik panas di Provinsi Aceh,” ujar Niza dalam laporannya yang diterima RRI Senin 27 April 2026.
Berdasarkan data BMKG, sebaran titik panas tersebut tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Di Kabupaten Aceh Jaya terpantau dua titik panas yang berada di Kecamatan Teunom.
Sementara di Kabupaten Aceh Timur terdapat empat titik panas, masing-masing satu titik di Kecamatan Birem Bayeun dan tiga titik di Kecamatan Simpang Jernih.
Adapun Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni lima titik yang seluruhnya berada di Kecamatan Sawang.
“Seluruh titik panas yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan 8 atau kategori sedang,” katanya.
BMKG menjelaskan, titik panas merupakan indikator adanya peningkatan suhu permukaan yang dapat mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan, sehingga perlu diwaspadai.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.
Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan kebakaran guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Aceh.(Muh/*)
