Pemerintah Aceh

BKKBN Aceh Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Edukasi KB dan Pendampingan Psikososial di Bireuen

189
×

BKKBN Aceh Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Edukasi KB dan Pendampingan Psikososial di Bireuen

Sebarkan artikel ini
Foto bersama pada pendampingan psikososial masyarakat di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Bireuen -Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Aceh terus memperkuat ketahanan dan kualitas keluarga melalui kegiatan edukasi Keluarga Berencana (KB) serta pendampingan psikososial masyarakat di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim SKM MKes mengungkapkan, angkaian kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 15–16 Januari 2026, dengan pendekatan edukatif, humanis, dan berbasis desa.

“Kegiatan berlangsung di Desa Kubu pada Kamis (15/1/2026) dan dilanjutkan di Desa Cot Ara pada Jumat (16/1/2026). Sasaran kegiatan mencakup ibu hamil, pasangan usia subur (PUS), anak-anak, remaja, hingga kelompok rentan lainnya. Pelaksanaannya juga melibatkan Forum Generasi Berencana (GenRe) Aceh, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta tenaga kesehatan setempat,” terangnya, Rabu (21/1/2026).

Ia mengatakan, penguatan ketahanan keluarga harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek kesehatan fisik, tetapi juga mental dan sosial. “Program Keluarga Berencana bukan sekadar mengatur jumlah kelahiran. Lebih dari itu, KB adalah upaya merencanakan kehidupan keluarga agar lebih sehat, sejahtera, dan berkualitas. Jika keluarga kuat, maka generasi yang lahir juga akan lebih berkualitas,” ujar Safrina Salim di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, melalui edukasi KB, masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai metode kontrasepsi yang aman dan efektif, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga. Edukasi ini diharapkan dapat menghilangkan stigma serta keraguan masyarakat terhadap program KB.

Di Desa Cot Ara, kegiatan juga difokuskan pada sosialisasi Program 3B, yakni perhatian terhadap ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia sebagai bagian dari pendekatan kesehatan keluarga sepanjang siklus kehidupan. Selain penyuluhan, pelayanan KB turut diberikan secara langsung dengan dukungan PLKB Kabupaten Bireuen dan bidan desa.

“Pelayanan langsung ini penting agar masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga merasakan manfaat nyata dari program KB yang terintegrasi dengan layanan kesehatan di desa,” kata Safrina.

Selain edukasi kesehatan fisik, BKKBN Aceh juga memberikan pendampingan psikososial bagi anak dan remaja melalui kegiatan Psychological First Aid (PFA) yang difasilitasi Forum GenRe Aceh. Pendampingan ini bertujuan memberikan rasa aman, dukungan emosional, serta ruang ekspresi positif bagi anak-anak dan remaja.

Safrina menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental anak dan remaja merupakan bagian penting dari upaya membangun ketahanan keluarga. “Anak dan remaja adalah aset masa depan. Mereka perlu didampingi agar tumbuh dengan mental yang sehat, percaya diri, dan berkarakter,” tegasnya.

Lebih lanjut, Di Desa Kubu, pendampingan psikososial dilengkapi dengan edukasi Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR) yang mencakup pencegahan pernikahan dini, perilaku seksual berisiko, serta penyalahgunaan NAPZA. Sementara di Desa Cot Ara, kegiatan PFA dikemas secara interaktif melalui permainan dan ice breaking untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta ketahanan mental keluarga semakin meningkat. Dengan sinergi lintas sektor dan pendampingan berkelanjutan di tingkat desa, keluarga-keluarga di Aceh diharapkan tumbuh lebih tangguh dan berdaya, serta mampu menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” imbuhnya.(Why/*)