Olahraga

Bireuen Juara Umum Pra PORA Wushu

2007
Ketua Wushu Aceh, Kennedy menyerahkan medali kepada atlet pemenang Pra PORA Wushu.

Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak foto bersama peraih medali Pra PORA Wushu.

posaceh.com Banda Aceh — Prakualifikasi Pekan Olahraga Rakyat Aceh (Pra-PORA) Wushu Aceh berakhir. Kabupaten Bireuen meraih medali terbanyak dengan total 27 keping.

Ketua panitia Pra-PORA Wushu Aceh Muhammad Amsar, Jumat (17/12) mengatakan, pertandingan Wushu Aceh telah berakhir di GOR KONI Aceh, kemarin. “Bireuen menjadi pengumpul medali terbanyak,” ujar dia.

Dijelaskan, medali terbanyak diraih oleh Kabupaten Bireuen, dengan totall 27 keping dengan rincian 10 emas, 10 perak dan 7 perunggu. Banda Aceh diurutan kedua dengan 7 emas, 3 perak dan 5 perunggu disusul Aceh Besar 5 emas dan 1 perak.

Selanjutnya peraih medali ketiga dicapai oleh Langsa, 3 emas, 5 perak dan 5 perunggu.  Lhokseumawe meraih 1 medali emas, 3 perak dan 6 perunggu, selanjutnya Aceh Jaya meraih 1 emas, 2 perak dan 6 perunggu.

Sabang meraih medali 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Gayo Lues meraih 1 emas dan 3 perunggu. Subulussalam meraih 4 perak dan 4 perunggu.  “Total medali yang disediakan panitia sebanyak 29 emas, 29 perak dan 40 perunggu,” terang Ansar.

Penutupan Pra PORA Wushu dilakukan Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar didampingi Ketua Pengprov Wushu Aceh Kennedi Husen serta sekretaris  Zahirsyah Oemardy.

“Para atlet kita harapkan dapat merebut medali emas di PORA di Pidie tahun 2022 dan PON Aceh Sumut Wushu Aceh bisa berprestasi. Karena itu, kami harapkan kepada atlet untuk lebih giat lagi berlatih,” ujar Abu Razak.

Apalagi sambung dia, pada PON 2024, Aceh sebagai tuan rumah bersama Sumut, cabang Wushu diharap menjadi tulang punggung KONI Aceh menambah medali emas. “Pada PON nanti, Aceh bisa ikut semua nomor, tentunya peluang ini benar-benar harus dimanfaatkan dengan baik.

Ketua Pengprov Wushu Aceh Kennedi Husen mengatakan, mulai sekarang akan dilakukan persiapan dan merekrut atlet serta membina dari awal. Karena itu, setelah pelaksanaan Pra PORA Wushu akan dilakukan pembinaan atlet.

“Sudah ada satu dua yang kita pantau untuk dilatih oleh pengprov dan nantinya kita bina bersama Pengcab masing-masing.Ini program kami ke depan, semoga Wushu Aceh mampu dan bisa ikut  bertanding di semua nomor yang dipertandingkan di PORA dan PON nantinya,” harap Kennedi. (Sudirman Mansyur/Rls).

Exit mobile version