News

Bidan Erni Munir: Melahirkan Lebih Dari Dua Tak Masalah yang Penting Berkualitas

5492
×

Bidan Erni Munir: Melahirkan Lebih Dari Dua Tak Masalah yang Penting Berkualitas

Sebarkan artikel ini
FOTO/ ABDUL MUIZ Bidan Erni Munir saat menerima kunjungan Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Cut Azharida SH memantau pelayanan KB diprakteknya, Gampong Sukadamai, Banda Aceh, Kamis (24/6/2021).

posaceh.com, Banda Aceh – Rapatnya jarak kelahiran anak menjadi salah satu yang bisa menyebabkan stunting, namun melahirkan anak lebih dari dua tidak menjadi masalah yang penting berkualitas.

“Sebenarnya lebih dari dua itu tidak masalah, asalkan semuanya berkualitas, dua anak tapi kalau tidak berkualitas kan sama saja,” kata Bidan Erni Munir, diprakteknya kawasan Gampong Sukadamai, Banda Aceh, kepada posaceh.com, Kamis (24/6/2021).

Ia menjelaskan pemerintah dalam bahwa batasan dua anak dalam keluarga sudah lama menjadi salah satu program di Indonesia melalui program Keluarga Berencana (KB). “Program pemerintah memang dua anak lebih baik tapi tentu saja yang berkualitas, agar SDM di Indonesia bisa meningkat. Inilah pentingnya keluarga berkualitas,” tuturnya.

Menurutnya, dua anak cukup atau dua anak lebih sehat itu adalah kenyataan. Walaupun tidak diprogramkan, secara medis itu memang lebih sehat dibandingkan punya tiga anak atau lebih, tapi tentu berkualitas.

Dimana, keluarga yang berkualitas merupakan keluarga yang mampu menjaga kualitas gizi, kualitas pendidikan termasuk kualitas imannya. “Kalau berkualitas keluarganya tentu mereka mampu menjaga asupan gizi anak, pendidikan termasuk pendidikan agama, inilah generasi yang diharapkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Terkait pencegahan stunting, Erni Munir menyebutkan, bahwa ibu-ibu harus mampu mengayomi dan memberikan asupan gizi yang cukup buat anak. “Intinya ada di keluarga, meskipun Pemerintah berkampanye cegah stunting tapi jika keluarga ataupun ibu-ibu tidak mau mengayomi anaknya itu sama saja bohong,” terangnya.

Erni menyesalkan, saat ini masih ada orang tua yang mampu membeli pakaian maupun barang-barang mahal, namun terkadang abai terhadap makanan anak. “Yang saya sesalkan adalah, ada ibu-ibu mampu belanja barang mahal tapi untuk makanan anak-anak dia tidak sanggup, dengan alasannya anak-anak tidak mau makan, nah ini lah peran ibu untuk mendampingi agar gizi anak-anak tercukupi, sehingga dapat mengurangi angka stunting,” ungkapnya.

Selain itu, Erni juga menjelaskan persoalan pemahaman masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi. Menurutnya, pada dasarnya masyarakat sudah mulai paham tentang alat kontrasepsi.

Sebagian besar masyarakat kita sudah paham tentang penggunaan dan manfaat alat kontrasepsi, namun ada beberapa yang masih takut untuk pasang alat kontrasepsi, karena yang diharapkan oleh Pemerintah adalah Metode Kontrasepsi Jangkauan Panjang (MKJP).

“Nah karena MKJP ini adanya spiral dan implan makanya masyarakat terkadang malu, tapi kalau pil atau suntik sudah banyak masyarakat yang mau pasang dan harapanya kepada keluarga muda agar dapat berkonsultasi tentang kelahiran dan kontrasepsi kepada klinik pelayanan KB,” demikian Bidan Erni Munir.(Muiz)